Kamis , 13 Desember 2018
Home / METROPOLIS / 25 Anggota BNN Mendadak Dites

25 Anggota BNN Mendadak Dites

BENGKULU – Biasanya para anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi yang merazia dan tes urine. Namun kemarin (14/3), sebanyak 25 anggota BNN Provinsi justru menjalani tes tersebut.

 

Tes urine mendadak dilakukan Kepala BNNP Bengkulu Kombes. Pol. Drs. Budiharso, M.Si kepada anggotanya, di Kantor BNN Provinsi. Tes dilakukan untuk memastikan anggotanya ini tidak ikut terlibat dalam penggunaan narkoba.

 

“Para anggota ini kan di lapangan. Jadi mereka sangat rentan sekali tergoda dan terjerumus sebagai pecandu narkoba. Makanya saya berinisiatif melakukan tes urine mendadak, untuk memastikan anggota saya ini tidak terjerumus,” kata Budiharso.

 

Guba memberantas narkoba di Bengkulu, mereka harus bersihkan dulu anggota dari narkoba. Mantan kepala BNN Provinsi Yogyakarta ini menambahkan, jangan sampai anggotanya merusak reputasi BNN dengan terjerumus narkoba, sementara mereka terus melakukan sosialisasi.

 

“Gimana kita mau berantas narkoba kalau anggota BNN terlibat narkoba. Makanya pemberantasan itu kita lakukan dari dalam dulu, baru kita melangkah ke luar. Kita bermitra dengan seluruh instansi dan masyarakat. Termasuk awak media untuk mengawasi para anggota ini. Jangan sampai ada anggota yang bermain dengan narkoba,” ujar Budiharso.

 

Sementara itu dari 25 orang anggota tes urine, tidak ditemukan satupun yang positif menggunakan narkoba. Tes urine ini dilakukan kepala BNN Provinsi berkoordinasi dengan Bidang Rehab secara diam-diam setelah apel pagi.

 

Anggota yang dites urine terdiri dari 17 orang anggota berantas dan delapan petugas keamanan. Satu persatu anggota BNN dites urine. Dimulai dari Kepala Bidang Berantas AKBP. Herli, lalu diikuti oleh anggotanya.

 

Budi Harso menambahkan, jika ada anggotanya yang terlibat dengan narkoba maka akan di tindak dengan tegas. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan dipecat.(rko)

 

 

Baca Juga ...

Tangkal Radikalisme

BENGKULU – Dalam pemberantasan ancaman radikalisme, Bhabinkamtibmas dan RT menjadi ujung tombak pendeteksi dini ancaman ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.