Jumat , 14 Desember 2018
Home / BERITA UTAMA / Sabu di Bengkulu Berasal dari China

Sabu di Bengkulu Berasal dari China

SUKSES: Kepala BNNP Bengkulu Brigjend. Pol. Nugroho Aji memimpin ekspose penggagalan sabu 2 kg di hadapan awak media massa, Selasa (13/2)

BENGKULU – Kermin Siin, terpidana kasus peredaran narkoba yang saat ini tengah menjalani masa hukuman selama 15 tahun di Lapas Nusakambangan di Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah (Jateng), tampaknya masih memiliki jaringan kuat terhadap peredaran narkoba, khususnya jenis sabu di Bengkulu.

Bahkan sepanjang sejarah tangkapan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) jenis sabu di Provinsi Bengkulu, Kermin masih menjadi yang terbesar dalam jaringan peredaran benda haram tersebut.

Jaringan peredaran narkotika jenis sabu yang dilakukan Kermin, bukan hanya berskala lokal saja, melainkan sudah jaringan berskala internasional. Terbukti kendati hidup di Lapas yang berada sebuah pulau dengan luas 121 m2, namun Kermin berhasil  memasukkan sebanyak 2 Kg narkotika jenis sabu dari China ke wilayah Bengkulu.

Kendati pada Minggu (11/2) lalu salah satu anak buah Kermin yakni DP (32) bersama seorang oknum polisi yakni Bripda MS (26), keduanya warga Kecamatan Alang-alang Kota Palembang, berhasil diamankan BNNP Bengkulu bekerjasama dengan Polda Bengkulu, namun dari tangkapan tersebut terlihat jelas bahwa jaringan yang dimiliki Kermin masih sangat besar dan kuat.

Kepala BNNP Bengkulu Brigjend. Pol. Nugroho Aji mengungkapkan, pihaknya akan menindaktegas Kermin yang merupakan otak dari peredaran narkoba yang terjadi belakangan ini, terkhusus atas tangkapan barang bukti 2 Kg sabu yang berhasil diamankan dari DP dan MS di perbatasan antara Kecamatan Ulu Manna dan Kecamatan Pino di Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) tersebut.

“Kermin pastinya akan kita sidik, baik pidananya maupun TPPU-nya. Kita akan minta ia dikenakan ancaman hukuman yang seberat-beratnya, yakni hukuman mati,” ungkap Nugroho dalam konferensi pers-nya di Kantor BNNP Bengkulu kemarin (13/2).

Diungkapkan Nugroho, Kermin merupakan bagian dari sindikat jaringan narkoba internasional. Hal ini terlihat dari barang bukti sabu yang dimankan tersebut, merupakan kualitas kelas 1 yang dikirim dari produsen di Cina. “Kermin ini sudah masuk dalam sindikat internasional. Yang namanya sindikat internasional, barang buktinya sudah pasti dari luar negeri. Dan dalam kasus ini DP dan MS bertugas membawa barang dan mengawal pengiriman barang ke tangan berikutnya,” beber jenderal bintang satu ini.

Berdasarkan hasil pengembangan atas kasus-kasus peredaran narkoba yang melibatkan Kermin, sambung Nugroho, penyebaran narkoba jenis sabu dari jaringan tersebut paling sering dikirim ke Kota Bengkulu dan Kota Lubuk Linggau, jika baru-baru ini kerap dikirim ke Kabupaten Kaur.

“Pengiriman tersebut akan disampaikan kepada Id, yang merupakan adek kandung Kermin, dan sudah ia anggap sebagai calon penggantinya. Saat ini Id sudah masuk dalam DPO kita, dan kita imbau untuk segera menyerahkan diri, atau jika tidak akan kita tindak tegas dan jika melawan, langsung tembak ditempat,” tegas Nugroho.

Diketahui, barang bukti sabu ini diamankan dari seorang kurir berinisial DP (32) bersama seorang oknum polisi yakni Bripda MS (26), keduanya warga Kecamatan Alang-alang Kota Palembang. Dari pengakuan keduanya, serbuk haram tersebut akan dikirimkan kepada Id (37) warga Kecamatan Padang Guci Kabupaten Kaur. Id sendiri merupakan adik kandung dari gembong besar narkoba Provinsi Bengkulu Kermin Siin, yang saat ini ditahan di Lapas Nusakambangan.

Pengungkapan kasus pengiriman sabu 2 Kg tersebut berawal dari pengembangan dan penyelidikan atas kasus narkoba yang dilakukan BNNP Bengkulu dalam waktu 2 bulan terakhir. Dari hasil tersebut diketahui akan ada penyelundupan narkoba jenis sabu secara besar-besaran oleh sindikat internasional.

“Adapun jalur penyelundupannya yakni dari China ke Malaysia dan ke Aceh, melalui pelabuhan gelap. Dari Aceh kemudian dibawa ke Bengkulu dengan menggunakan mobil rental. Sementara barang bukti berupa 2 Kg sabu disimpan di bagian belakang sarung jok mobil, kemudian dilipat dan ditutup dengan durian, dengan tujuan agar pengiriman tersamarkan,” jelas Nugroho.

Sayangnya dalam menjalankan aksinya, DP dan MS yang merupakan pelaku penyelundupan harus terhenti di tangan BNNP Bengkulu bekerjasama dengan BNNK Bengkulu Selatan, Polres Bengkulu Selatan, Polsek Ulu Manna dan Polsek Pino.

Dari hasil pemeriksaan terhadap DP dan MS, diketahui bahwa barang tersebut merupakan pesanan Kermin, yang dipesan melalaui Bobby, salah satu narapidana narkoba yang saat ini ditahan di Lapas Salemba Jakarta Pusat. Pengiriman sabu tersebut dengan menggunakan mobil Avanza Nopol BG 1479 RS, DP dan Bripda MS bergerak dari Aceh, Pekanbaru, Jambi, Lahat, Tebing Tinggi, dan akhirnya pada Minggu (11/2) pukul 16.00 WIB ditangkap di Kecamatan Masat Kabupaten Bengkulu Selatan.

“Jaringan peredaran narkoba yang diatur Kermin sudah masuk jaringan internasional. Karena ia memesan barang melalui Bobby di Lapas Salemba, selanjutnya mendatangkannya dari China melalui jalur laut dan darat,” jelas Nugroho. (sly)

 

Kronologi Jaringan Narkotika Kermin

  1. Kermin dari Lapas Nusakambangan menghubungi Bobby di Lapas Salemba menggunakan jaringan selular, dan meminta Bobby mengamankan pengiriman narkotika jenis sabu yang masuk di wilayah Sumatera.
  2. Bobby kemudian menghubungi jaringannya untuk mengamankan pengiriman sabu yang masuk melalui parairan gelap di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD).
  3. Sabu yang masuk dari NAD, kemudian disebarkan di beberapa wilayah di Sumatera. Dari jumlah tersebut, Kermin meminta Bobby mengamankan sebanyak 2 Kg sabu untuk dikirimkan kepada Id (adik Kermin) di Kecamatan Padang Guci Kabupaten Kaur.
  4. Bobby kemudian menghubungi DP dan menugaskannya membawa 2 Kg sabu ke Kabupaten Kaur untuk diantarkan kepada Id.
  5. DP menyanggupi untuk mengantar barang haram tersebut, dan meminta kepada Bripda MS untuk mengawal perjalanannya, dengan iming-iming upah sebesar Rp 30 juta.
  6. Dengan menggunakan mobil Avanza Nopol BG 1479 RS, DP dan Bripda MS bergerak dari Aceh, Pekanbaru, Jambi, Lahat, Tebing Tinggi, dan akhirnya pada Minggu (11/2) pukul 16.00 WIB ditangkap di Kecamatan Masat Kabupaten Bengkulu Selatan.

Baca Juga ...

Berikut Logika Hukum Soal Kasus Dugaan Suap Fee Proyek Bupati Nonaktif Dirwan Mahmud

BENGKULU– Sidang perkara suap yang mendudukkan Bupati Bengkulu Selatan (Nonaktif) Dirwan Mahmud sebagai terdakwa kembali ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.