Selasa , 11 Desember 2018
Home / BERITA UTAMA / Barongsai Pukau Pengunjung Benmall

Barongsai Pukau Pengunjung Benmall

IMLEK: Tarian Barongsai memeriahkan Festival Imlek di Benmall, Sabtu (17/2).

BENGKULU – Tarian tradisional China, Barongsai kembali tampil saat perayaan Tahun Baru Imlek 2569/2018 di Bencoolen Mall (Benmall), kemarin (17/2). Menariknya, tim Barongsai ini dimainkan oleh para pelajar dari beberapa SMA/SMK di Kota Bengkulu yang tergabung dalam Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI).

Penampilan Barongsai dengan menggunakan sarung yang menyerupai singa ini cukup memukau para pengunjung Benmall. PSMTI menurunkan sebanyak 18 orang pemain Barongsai dalam pelaksanaan Festival Imlek 2018 di Benmall kemarin.

Ketua Seni dan Budaya Barongsai PSMTI, Sulaiman mengatakan, mereka rutin melakukan latihan Barongsai dua kali seminggu di Kelenteng Jalan Jenggalu Lingkar Barat, Kota Bengkulu. “Enam bulan sebelum Imlek, kami sudah mulai rutin latihan. Bahkan sebulan sebelum menginjak tahun baru Imlek, latihan kami rutinkan menjadi tiga kali dalam seminggu,” kata Sulaiman.

Menurut Sulaiman, sebelum eksekusi tarian Barongsai, para pemain melakukan ritual sembahyang di Kelenteng tempat mereka biasa latihan. “Sembahyang ini dipercaya agar pemainnya tidak mudah capek, karena biasanya kami latihan selama satu jam para pemain sudah pada lelah. Untuk perayaan Imlek, kami mampu melakukan pertunjukan selama dua jam,” tutur Sulaiman.

Ditambahkannya, Barongsai memiliki panjang 2 meter dan ditampilkan pada acara tahun ini ada empat Barongsai yakni Barongsai warna hitam, merah, hijau, dan putih. Masing-masing warna dari Barongsai memiliki makna. Barongsai hitam biasanya ditarikan dengan gerakan lincah dan seperti memiliki keingintahuan tinggi, Barongsai berwarna merah melambangkan keberanian, Barongsai hijau melambangkan pertemanan serta Barongsai putih melambangkan kesucian.

“Barongsai hitam merupakan Barongsai raja, biasanya hanya ditampilkan setahun sekali dalam perayaan Imlek. Berbeda dengan Barongsai lainnya yang diperbolehkan tampil kapan saja walaupun tidak dalam acara Imlek,” terang Sulaiman.

Dalam penampilan Barongsai pada perayaan tahun  baru Imlek ini juga dimainkan oleh pemain yang beragama Islam, mereka memainkan Barongsai dengan gembira untuk memeriahkan perayaan Imlek.

Salah satu pemain Barongsai muslim yakni pelajar SMKN 1 Kota Bengkulu, Rahmat Hidayat Purnama (17). Remaja  yang akrab dipanggil Dede tidak sungkan menjadi pemain Barongsai yang biasanya dimainkan oleh warga keturunan Tionghoa. Dengan alasan toleransi yang kuat dan kecintaannya terhadap budaya, dia dan beberapa temannya yang juga muslim ikut meramaikan Imlek dengan tariannya.

Dede menjelaskan, dalam PSMTI di Bengkulu ada 10 orang beragama Islam dari 20 orang anggotanya. “Jadi, bisa dikatakan ada 50 persen penari Barongsai itu umat muslim,” tuturnya.(mg2/mg3)

Baca Juga ...

Waspada Hujan Deras Seminggu ke Depan

BENGKULU– Masyarakat Bengkulu patut mewaspadai potensi banjir dan longsor. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.