Selasa , 11 Desember 2018
Home / METROPOLIS / Lebih Dekat dengan Putra Putri Kampus 2018

Lebih Dekat dengan Putra Putri Kampus 2018

Meningkatkan Solidaritas, Berkontribusi Membangun Pendidikan

Ajang Putra Putri Kampus (PPK) Provinsi Bengkulu 2018 telah melahirkan juara baru. Ferdian Aprianto (19) dari Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) dan Aldila Vidianingtyas Utami (20) dari Universitas Bengkulu (Unib) terpilih sebagai juara pertama dalam ajang ini. Seperti apa sosoknya?

MUHAMMAD ABDUL RATAM KHAMAL, Kota Bengkulu

FERDIAN Aprianto (19) merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Saat ini ia masih menempuh pendidikan di Jurusan Bahasa Inggris, Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) semester empat. Ingin meningkatkan solidaritas antar universitas yang ada di Bengkulu agar semakin kuat, menjadi tujuannya ikut dalam ajang PPK 2018 ini.

“Saya punya keinginan agar mahasiswa yang berasal dari beragam daerah tetap solid dan bersatu. Tidak terpecah belah meski berasal dari berbagai suku,” katanya saat berbincang dengan RB, kemarin (12/3).

Dikatakannya, saat seleksi ia cukup gugup karena diajukan pertanyaan yang dijawab spontan. Kala itu ia mendapat pertanyaan tentang permasalah pendidikan di kalangan anak jalanan yang banyak putus sekolah. “Permasalahan ini yang harus menjadi perhatian kita bersama. Kita harus saling bersinergi agar setiap anak mendapatkan pendidikan yang layak,” jelasnya.

Tugas besar sebagai duta pendidikan sudah di depan mata.  Tak lupa ia juga memikirkan program kerja yang akan dijalankan selama mengemban amanah sebagai Putra Kampus. “Proker (Program Kerja) ini telah disampaikan saat seleksi PPK 2018. Nah, untuk menjalankan Proker, harus melalui musyawarah terlebih dahulu,” ujar Ferdian.

Sementara, Aldila Vidianingtyas Utami (20) mengucap syukur bisa terpilih sebagai Putri Kampus 2018. Lala–sapaan akrabnya, kini tercatat sebagai mahasiswi semester enam Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Bengkulu (Unib). Duta Zetizen Bengkulu 2016 dan Gadis Bengkulu 2016 ini, tertantang ingin memperkenalkan kampusnya yakni Unib lebih dikenal luas.

“Masyarakat Bengkulu harus tahu bahwa Unib tidak kalah dengan universitas lainnya yang berada di luar Bengkulu,” ucapnya.

Ia pun berkeinginan membuat rumah belajar ceria Bengkulu, untuk mengajarkan anak sekolah dasar mengenai pendidikan budaya. Program ini pula yang disampaikannya saat seleksi PPK. Menurutnya anak-anak di Bengkulu sudah banyak lupa dengan budaya daerah sendiri. “Jadi saya ingin mengajarkan mereka tentang budaya,” imbuhnya.

Lala juga berharap rekan mahasiswa lainnya agar sama-sama mempunyai kontribusi untuk membangun pendidikan di Provinsi Bengkulu. “Karena kalau bukan mahasiswa siapa lagi yang akan mengembangkan pendidikan di Bengkulu,” ucap Lala.

Perjuangan menjadi Putra dan Putri Kampus 2018 butuh proses yang cukup berat. Karantina berlangsung selama seminggu. Dimulai dari pukul 07.00 WIB sampai 21.00 WIB. Namun ada banyak perubahan yang mereka alami. Terutama perubahan cara pandang tentang pendidikan. Bahwa pendidikan itu bukan hanya tentang belajar dan menuntut ilmu, tetapi memahami sesuatu dan untuk berbagi ke sesama. (**)

Baca Juga ...

Tarif Trans Rafflesia Rp 3 Ribu

BENGKULU – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bengkulu, Budi Djatmiko mengatakan, mereka sudah menetapkan tarif ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.