Selasa , 11 Desember 2018
Home / BERITA UTAMA / Pencarian Siswa Tenggelam Diperluas

Pencarian Siswa Tenggelam Diperluas

RAMAI : Warga, keluarga dan masyarakat di Desa Bangun Jaya Kecamatan BUR masih terlihat ramai di sekitar rumah keluarga M. Nopis yang menunggu kepastian hasil pencarian Nopis yang tenggelam sejak Minggu lalu di kawasan objek wisata batu betiang.

BUR – Kesedihan masih menyelimuti keluarga besar Muhammad Nopis (13) Siswa Kelas 1 SMPN 14 Kabupaten Rejang Lebong (RL). Nopis sejak siang Minggu (11/3) hilang tenggelam di Objek Wisata Air Terjun Batu Betiang yang masuk dalam kawasan TNKS Dusun Merasi Desa Babakan Baru Kecamatan Bermani Ulu Raya (BUR). Bahkan hingga kemarin, Nopis belum juga ditemukan.

Hingga pukul 17.00 WIB kemarin, Muhammad Nopis belum juga diketemukan oleh tim gabungan yang melakukan pencarian. Anak pasangan Arlis (47) dan Hartimi (43) yang tinggal di Desa Bangun Jaya Kecamatan BUR ini lahir 30 Mei 2004 silam dan merupakan anak ketiga alias bungsu dari 3 bersaudara.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten RL Basuki, S.Sos yang dikonfirmasi kemarin sore mengatakan, pencarian masih belum membuahkan hasil. Rencananya pencarian di lubuk sungai yang ada di Air Terjun Batu Betiang dihentikan. Pencarian akan akan diperluas.

‘’Untuk di titik lubuk sungai sudah dilakukan pencarian hari ini dan belum membuahkan hasil. Besok (hari ini, red) akan kita lanjutkan pencarian bersama Basarnas dan tim gabungan menyusuri sungai yang ada di sekitar lokasi air terjun. Karena kalau malam ini, kemungkinan kondisi tidak memungkinkan,’’ demikian Basuki.

Diungkapkan Hartimi, dirinya sebenarnya merasa tidak memiliki firasat apapun terkait kepergian sang anak. Menurutnya dalam kurun waktu satu bulan belakangan, sang anak semakin rajin ke masjid. Selain itu, anaknya memang di lingkungan keluarga, meskipun masih berumur belasan sudah memiliki jiwa sosial yang tinggi. Bahkan sejak masuk SD, kebiasaan berbagi sudah dilakukannya.

‘’Kalau di sini, setiap Kamis itu ada pasar pekan (seminggu sekali, red) dan sejak SD wajib memberinya uang seribu rupiah. Tapi ini bukan untuk jajan, melainkan untuk memberi pengemis yang ada di pasar tersebut. Kalau ikut belanjapun, dia sering marah kalau saya tawar harga dengan pedagang,’’ kenang Hartimi.

Begitu juga, lanjut Hartimi, dengan 2 saudaranya Fahrial dan Nora Fitria, selalu ingin berbagi. ‘’Pernah saya belikan handphone, baru satu minggu bilang sama saya, kasihkan sama abangnya saja. Begitu juga dibelikan sepatu, saat tahu kebesaran, dia langsung kasih sama kakak perempuannya. Begitupun dengan teman-teman sepermainnya yang sering kerumah, dia sebisa mungkin dilayani. Harapan saya anak saya ini bisa segera ditemukan,’’ imbuh Hartimi.(**)

Baca Juga ...

Waspada Hujan Deras Seminggu ke Depan

BENGKULU– Masyarakat Bengkulu patut mewaspadai potensi banjir dan longsor. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.