Selasa , 11 Desember 2018
Home / METROPOLIS / Setoran Tak Melalui Dinas Pariwisata

Setoran Tak Melalui Dinas Pariwisata

LAPAK: Lapak di kawasan Pantai Panjang yang mulai didirikan, diisi para pedagang dan arena permainan anak. Berharap libur Lebaran tahun ini mendapatkan rezeki melimpah.

BENGKULU – Sejumlah pedagang terlihat mulai mempersiapkan lapak dagangannya di lokasi wisata Pantai Panjang. Mereka membuat rak dan menyusun barang dagangannya lebih awal. Sembari menunggu lonjakan jumlah wisatawan berwisata di pantai kebanggaan warga Bengkulu itu.

Menurut Ari, salah seorang pedagang pakaian laki-laki, dia menyewa lapak dagangannya sejumlah Rp 4,25 juta selama musim libur lebaran itu. Uang itu sudah termasuk biaya listrik dan kebutuhan lainnya. Lapak yang disewa itu berbentuk tenda sehingga lebih aman dari panas dan hujan.

“Kalau sewanya ya Rp 4,25 juta. Itu sudah termasuk dengan listrik PLN. Jadi kita bikin rak dan mulai berdagang,” katanya ditemui RB, kemarin (11/6).

Dia mengatakan, sewa lapak itu tidak diberikan langsung ke Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Namun melalui pengelola yang disebut sudah memiliki izin di lokasi tempat mereka berjualan itu. Nantinya pengelola itu lah yang kemudian menyetorkan uang sewa lapak itu sebagai retribusi dari izin yang sudah dikeluarkan pemerintah.

“Kalau kami lewat pengelola atau yang punya izin lokasi ini bayarnya, jadi tidak melalui Dinas Pariwisata langsung,” terangnya.

Pedagang lain, Beni yang berjualan mainan anak-anak. Dia yakin banyak orang tua yang akan membawa anak-anak untuk berliburan di Pantai Panjang. Sehingga berjualan mainan anak-anak akan lebih menguntungkan.

“Kalau sewa, saya belum ada pembicaraan dengan pengelola izin di lokasi ini. Katanya silakan berdagang dulu, yang penting lapaknya penuh. Soal sewa urusan nanti. Bisa saja nanti sistemnya bagi hasil keuntungan dagang,” kata Beni.

Beni mengatakan, saat ini dagangannya sudah dipajang. Jadi nanti saat terjadi lonjakan jumlah pengunjung dia tidak lagi repot menyusun dagangannya. Ketika ada pembeli datang bisa langsung memilih mainan kesukaannya. “Kalau pembeli sih belum ada yang datang. Kami hanya bersiap saja,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan Perda Nomor 2 Tahun 2014 Tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah, untuk sewa lapak di Pantai Panjang ditaksir sekitar Rp 500 – Rp 1.000 per meter per hari. Menanggapi hal ini, Pansus Aset DPRD Kota Bengkulu, Heri Ifzan meminta pada pihak terkait dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk melakukan kontrol. Jangan sampai terjadi indikasi pemerasan dalam hal sewa lapak pada pedagang.

“Kalau di Perda kita murah, kenapa harus dimahalkan. Pemilik izin kelola yang diberikan oleh OPD itu harus dikontrol. Jangan sampai mengambil keuntungan terlalu banyak pada pedagang lewat sewa lapak. Itu bukan lagi keuntungan,” tukasnya.

Apalagi jika memang benar sampai disewakan dengan tarif Rp 4,25 juta pada pedagang. Dari mana lagi pedagang mendapatkan keuntungan. “Kalau mau ambil keuntungan ya yang wajar-wajar saja. OPD harus bisa mengontrol hal ini,” tutupnya. (del)

Baca Juga ...

Tarif Trans Rafflesia Rp 3 Ribu

BENGKULU – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bengkulu, Budi Djatmiko mengatakan, mereka sudah menetapkan tarif ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.