Home / METROPOLIS / Kadispar Tak Tahu Soal Pungutan Lapak

Kadispar Tak Tahu Soal Pungutan Lapak

BENGKULU – Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Bengkulu Syarifuddin mengaku tidak tahu menahu soal pungutan uang untuk sewa lapak di Pantai Panjang yang mencapai Rp 4,25.

Kepada RB Selasa (12/6) kemarin dia mengatakan pihaknya menyewakan lapak pada pedagang, sesuai dengan Perda nomor 2 tahun 2014 tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah, yakni Rp 1.000 per meternya. Sehingga pemungutan uang sewa yang begitu tinggi itu sama sekali tidak melibatkan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Kami memungut retribusi sewa lapak itu sesuai dengan Perda. Ini lah yang kemudian masuk ke kas daerah. Kalau lebih dari itu kami tidak ada memungut yang lain,” terangnya.

Dia menjelaskan, selama libur lebaran ini dia mengakui hanya mengeluarkan satu surat perintah tugas (SPT) izin lokasi dagang. Izin itu diberikan pada pedagang berinisal Yn, lokasinya di samping jembatan Pantai Panjang. Yn mengaku lokasi  yang diberikan ini, untuk lokasi dia berjualan mainan anak-anak. Dia tidak menyebutkan jika lahan itu disewakan ke pedagang yang lain.

Jika Yn ini kemudian menyewakan lokasi itu ke pedagang yang lain dengan harga sewa yang tinggi, Dinas Pariwisata tidak terlibat. Dinas Pariwisata juga tidak pernah memerintahkannya menyewakan lahan itu pada pedagang lain.

“Andaikan dia menyewa lokasi lahan yang kami berikan izin padanya itu ke pihak ketiga, dengan kami di dinas tidak pernah kompromi. Kami tidak pernah minta duit pada pemegang izin itu. Saya juga tekankan pada staf supaya tidak pungut uang di pantai. Jika ada Saber Pungli saya tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Namun Sarifuddin juga tidak mengatakan kalau perbuatan Yn menyewakan ke pedagang lain itu salah. Sebab menurutnya banyak juga kejadian yang lain, seperti hak kelola perhotelan didapatkan oleh perusahan A kemudian disewakan lagi ke perusahaan B. Ini menurutnya tergantung kesepakatan antara yang diberikan izin dengan pihak ketiga lainnya.

“Coba telusuri ada seperti itu, ini hanya lapak,” katanya. Dia juga tidak terlalu hapal berapa luasan lahan yang diberikan izinnya pada Yn. “Kalau izinnya berapa luas kita perlu turun bersama untuk ukur ulang. Yang jelasnya SPT diberikan pada Yn ini untuk dia berdagang sendiri,” paparnya.

Dia mengatakan lahan ini hanya disewa oleh Yn selama 10 hari, untuk keperluan berdagang selama lebaran saja. Setelah lebaran selesai lahan ini kosong. “Ya hanya untuk lebaran saja,” jelasnya.

Sarifuddin juga mengaku selain Yn tidak ada SPT atau izin lain yang diberikan pada pedagang untuk berjualan. Mulai dari Pasir Putih sampai ujung Pantai Panjang yakni Pantai Berkas hanya ada satu SPT saja. “Saya tidak mau ambil risiko, jadi hanya satu SPT saja yang dikeluarkan,” tutupnya.(del)

Baca Juga ...

Tarif Trans Rafflesia Rp 3 Ribu

BENGKULU – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bengkulu, Budi Djatmiko mengatakan, mereka sudah menetapkan tarif ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.