Home / BERITA UTAMA / Tiket Pesawat Rp 2,6 Juta, Plt Gub Kaget

Tiket Pesawat Rp 2,6 Juta, Plt Gub Kaget

TANYA PENUMPANG : Plt Gubernur Bengkulu Dr. drh. H. Rohidin Mersyah, M.MA saat sidak ke Bandara Fatmawati Soekarno, kemarin.

BENGKULU – Harga tiket pesawat menjelang lebaran sangat melambung tinggi. Bahkan Plt Gubernur Bengkulu Dr. Frh. H. Rohidin Mersyah, M.MA sampai terkejut mendapat informasi tentang tingginya harga tiket pesawat. Kemarin (12/6), setelah mendapat informasi tingginya harga tiket ia langsung melakukan sidak ke Bandara Fatmawi.

Rohidin berangkat ke bandara didampingi Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu Dr. Anzori Tawakal, ST. M.Si dan Kadis Perhubungan Provinsi Bengkulu Ir. B. Budi Djatmiko, MM.

“Saya mendapatakn informasi, harga tiket pesawat melambung tinggi. Maka saya cros chek. Kalau memang benar harga tiket melambung tinggi, saya kira pemerintah pusat harus mengatur ini. Apalagi maskapai ini kan BUMN. Saya kira kalau sudah harganya melampaui Rp 1,5 juta untuk kelas ekonomi sudah sangat tidak pas. Nampak sekali menggunakan kesempatan pada saat masyarakat membutuhkan,” ujar Rohidin.

Menurut Rohidin kenaikan harga tiket itu idealnya di angka 30 persen. “Harga tiket transportasi itu paling naiknya 30 persen, masa sampai lebih 100 persen. Masyarakat pasti sangat dirugikan. Kemudian bagi daerah, terhadap inflasi juga sangat berdampak sangat besar pengaruhnya. Nanti terkesan bahwa inflasi tidak terkendali. Padahal hanya karena faktor transportasi udara,” kata Rohidin.

Dalam kondisi normal, harga tiket pesawat biasanya di angka Rp 500-600 ribu. Jadi bila kenaikannya lebih dari 100 persen menurut Rohidin sangat tidak wajar. “Saya kira untuk ukuran Bengkulu-Jakarta dan Jakarta-Bengkulu pada posisi Rp 1,2 atau Rp 1,3 juta itu sudah harga tertinggi. Ini saya dengar informasi sampai Rp 1,5 juta,” sampai Rohidin.

 

Rohidin berharap pihak maskapai tidak terlalu tinggi menaikkan harga tiket. “Kalau lebaran kan penumpangnya pasti full dalam satu pesawat, otomatis sudah sangat menguntungkan. Masa harganya juga dinaikkan lagi dalam posisi yang sangat mahal. Saya kira pemerintah memang perlu membuat ketegasan batas atasnya itu dan harus betul-betul dipatuhi,” kata Rohidin.

Sesampainya Rohidin di bandara, ia meninjau posko pengamanan yang ada di bandara dan bertanya kepada para penumpang. Dari keterangan beberapa penumpang dari Jakarta yang baru landing, mereka ada yang membeli tiket dengan harga Rp 2,6 juta. Namun ada juga yang membeli dengan harga Rp 1,6 juta. “Lah, kok ini sampai RP 2,6 juta,” ujar Rohidin kaget.

Saat ditanya langsung kepada petugas bandara yang mendampingi Rohidin, ternyata penumpang yang membeli tiket dengan harga Rp 2,6 juta itu adalah penumpang kelas bisnis sedangkan tiket harga Rp 1,6 juta adalah penumpang kelas ekonomi. Dan harga itu memang masih berada di batas atas, tidak melebihi.

 

“Tadi saya sudah konfirmasi dengan petugas bandara, khusus untuk garuda memang dia punya HET Rp 1,6 juta dan Rp 2,6 juta, kemudian maskapai yang lain Rp 1,3 juta. Sudah saya cek langsung dengan penumpang. Tapi memang masih terasa dengan masyarakat ketika harganya sudah diatas Rp 1 juta. Mungkin itu perlu dibuat kebijakan,” kata Rohidin.

Kasi Keamanan Penerbangan dan Pelayanan Darurat Bandara Fatmawati, Widjajanti saat diwawancarai RB mengatakan bahwa pihaknya belum mendapat keluhan dari masyarakat/penumpang tentang lonjatan harga tiket. Menurut dia, harga penjualan tiket hingga kemarin belum ada yang melebihi batas atas.

“Menteri perhubungan RI telah menetapkan peraturan untuk tarif penerbangan dengan nilai batas bawah dan batas atas. Batas bawah dan batas atas itu juga tergantung jarak tempuh, jenis pesawat dan jenis servisnya. Untuk penumpang garuda ada yang membeli tiket Rp 1,6 juta dan ada juga yang membeli Rp 2,6 juta dari Jakarta ke Bengkulu, itu masih sesuai. Rp 2,6 juta itu karena dia mengambil jenis kelas bisnis. Kalau 1,6 untuk kelas ekonomi,” jelas Widjajanti.

Sedangkan untuk Lion Air, kata Widjajanti yang non servis batas atasnya di angka Rp 1,3 juta dan batas bawahnya Rp 417 ribu. “Sejauh kami memantau dan sejauh kami menerima keluhan dari penumpang, sampai hari ini (kemarin) kita belum temukan penumpang yang membeli tiket melewati batas atas,” kata Widjajanti.

Bagaimana kalau misalnya ada maskapai yang menjual tiket melebihi batas atas? “Kalau kita temukan itu dengan bukti-bukti yang jelas, kita bisa laporkan ini kepada kantor otoritas dan kepada ditjen perhubungan udara agar maskapai yang menjual tiket tersebut akan mendapatkan sanksi administratif sampai pada sanksi pencabutan rute,” jelasnya.

Widjajanti juga menyampaikan bahwa jumlah penumpang rata-rata perhari mencapai 1900 penumpang untuk semua rute, baik Jakarta-Bengkulu, Padang-Bengkulu, Palembang-Bengkulu, Lampung-Bengkulu dan Batam-Bengkulu. Sejak tanggal 7 Juni seluruh maskapai penumpangnya selalu penuh.

 

Terkait kunjungan Plt Gubernur, Widjajanti berterima kasih karena sudah ikut peduli terhadap pengguna jasa penerbangan. “Kami berterima kasih Plt gubernur juga ikut peduli dengan pengguna jasa penerbangan. Kami juga terima kasih atas imbauan kepada masyarakat yang disampaikan gubernur tadi. Kami juga mengimbau persiapkan perjalanan anda dan belilah tiket di agen resmi. Yang sangat panting jangan sekali-sekali penumpang bercanda tentang bom di Bandar udara, bisa kena tindak pidana,” demikian Widjajanti.(tew)

Baca Juga ...

Hujan Deras, Banjir Melanda Bengkulu, Satu Orang Tewas Tersengat Listrik

BENGKULU- Hujan deras yang mengguyur Kota Bengkulu, Senin (10/12) berujung dengan  tewasnya Yulia Rahmi (35) ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.