Jumat , 14 Desember 2018
Home / BERITA UTAMA / Nyaris Tewaskan 27 Penumpang, Izin Operasional Bus Sriwijaya Terancam Dicabut

Nyaris Tewaskan 27 Penumpang, Izin Operasional Bus Sriwijaya Terancam Dicabut

BENGKULU– Kadis Perhubungan Provinsi Bengkulu Ir. B. Budi Djatmiko, MM memastikan mencabut izin operasional bus antar kota antar provinsi (AKAP), jika bus tersebut tidak layak jalan. Ini dikatakan Budi pasca terjadinya tiga kali kecelakaan selama dua bulan terakhir. Yakni bus SAN BD 7911 LE dan bus SAN BD 7954 AP yang mengalami kecelakaan pada bulan Mei lalu. Terbaru bus Sriwijaya BD 7127 LE yang nyaris menewaskan 27 penumpang, Senin (18/6) malam.

“Kalau terbukti ada bus yang tidak layak jalan, pastilah akan dicabut izinnya,” kata Budi Djatmiko.

Saat ini Dinas Perhubungan (Dishub) tengah melakukan pemeriksaan pada bus Sriwijaya BD 7127 LE.

“Hari ini (kemarin) kita lagi minta keterangan langsung. Tapi hasilnya belum dilaporkan kepada saya. Besok (hari ini) kita minta semua hasil investigasinya. Teman-teman dari kabupaten dan dari balai juga ikut menginvestigasi,” tutur Budi.

Tim yang meminta keterangan kepada pihak bus Sriwijaya akan menanyakan kelengkapan surat. “Kalau surat-suratnya itu misalnya sudah mati tetap kita akan sanksi. Misalnya surat KIR sudah mati dan lainnya. Dan kemungkinan setelah lebaran nanti kita akan sidak juga,” ujar Budi.

Kepala Operasional bus Sriwijaya, Suryadi mengatakan kecelakaan yang terjadi Senin (18/6) malam lalu bukan karena sopir mengantuk. Namun karena mengelak mobil Avanza sehingga sopir berinisiatif membanting stir ke kiri.

“Selain karena mau mengelak mobil Avanza, ini juga karena faktor infrastruktur di sana. Aspal di sana senjang, harusnya dipapas. Untung saat itu bus nya berjalan pelan. Dan untung di sana tidak ada jurang. Kalau jurang, bisa lebih parah lagi,” tutur Suryadi.

Terkait standar operasional prosedur (SOP) keberangkatan, pihaknya sudah dicek keseluruhan. Mulai dari sopir, kondektur, STNK, buku uni/KIR, SIM, rem, rem tangan, lampu sein, lampu jauh/lampu dekat, lampu seri, lampu mundur, ban depan, ban belakang, ban serap dan keterangan layak atau tidak layak jalan.

Di Bengkulu bus Sriwijaya yang masih beroperasi ada 31 unit. Bus paling tua tahun 1997 namun masih layak jalan karena berdasarkan aturannya bahwa untuk AKAP itu maksimal usinya 25 tahun. Kalau sudah lewat 25 tahun tidak boleh lagi dioperasikan.

“Kita ada yang tahun 1997 dan yang terbaru tahun 2017 ada 2 unit, tahun 2016 ada 2 unit juga. Yang lainnya ada tahun 2000 dan tahun 2004. Kita terus melakukan peremajaan,” jelasnya.

Sementara itu staf marketing bus PO.SAN, Freddy mengatakan bahwa kecelakaan bus SAN yang terjadi di Jalan lintas Curup-Lubuk Linggau bulan Mei lalu itu karena faktor pengendara motor yang ugal-ugalan di jalan. “Selain karena di sana jalannya kecil, pengendara motor di sana ugal-ugalan. Sopir waktu itu terkejut mau menghindari pengendara motor,” kata Freddy.

Dugaan rem blong atau sopir ngantuk dibantahnya. “Per 8 jam sekali, sopir itu bergantian karena dalam 1 bus ada 2 sopir dan 2 kernek. Kemudian kita juga punya SOP sebelum mengoperasikan bus. Setiap mobil yang baru datang kita lakukan pengecekan berdasarkan laporan dari kru mobil. Lalu dilakukan perbaikan. Setelah diperbaiki dicek kembali,” jelas Freddy.

Namun Freddy enggan memberitahu tahun pembuatan masing-masing bus SAN dengan alasan privasi mereka. “Kalau rinciannya tidak bisa saya beritahu, itu privasi kami. Tapi yang jelas secara global jumlahnya 52 unit. Yang paling tua tahun 1995. Itu pun hanya sedikit. Ada juga yang tahun 2017,” demikian Freddy.(tew)

Baca Juga ...

Berikut Logika Hukum Soal Kasus Dugaan Suap Fee Proyek Bupati Nonaktif Dirwan Mahmud

BENGKULU– Sidang perkara suap yang mendudukkan Bupati Bengkulu Selatan (Nonaktif) Dirwan Mahmud sebagai terdakwa kembali ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.