Home / METROPOLIS / 150 Nelayan Terancam Ditangkap

150 Nelayan Terancam Ditangkap

BENGKULU – Dari total 300 nelayan di Kota Bengkulu, ternyata hanya separoh yang sudah mengurus izin di Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Bengkulu. Artinya, sekitar 150 nelayan belum punya izin untuk menangkap ikan di laut. Mereka pun terancam ditangkap oleh aparat penegak hukum yang bertugas di laut.

Menghindari hal itu, DPMPTSP berupaya melakukan jemput bola melakukan pelayanan mobile untuk para nelayan ke lapangan agar segera mengurus izin. Ada 2 surat izin yang harus diurus yakni t izin penangkapan ikan (SIPI) dan surat izin kapal pengangkut ikan (SIKPI)

Kepala DPMPTSP Provinsi Bengkulu Ir. Hendry Poerwantrisno mengatakan pelayanan mobile untuk pengurusan izin nelayan rencananya akan dimulai tanggal 16 sampai19 Juli mendatang berlokasi di tempat pelelangan ikan (TPI) Pulau Baai.

“Kalau nelayan tidak mempunyai izin, saat mereka berlayar menangkap ikan itu bisa saja mereka ditangkap oleh aparat penegak hukum karena berkaitan dengan perizinannya. Karena mereka mengeksplor sumber daya alam. Yang ada di laut. Makanya sebelum ditangkap harus segera urus surat izinnya,” kata Hendry.

Dalam memberikan pelayanan pengurusan izin nanti, DPMPTSP akan bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bengkulu. “Kita datangi ke lokasi TPI siapa yang membutuhkan pelayanan perizinan kita layani. Kenapa di TPI karena jumlah nelayan paling banyak di sana. Pengurusan izin SIPI dan SIKPI ini gratis,” jelas Hendry.

Menurut Hendry, selama ini banyak nelayan belum mengurus izin karena mereka belum tahu dampaknya kalau mereka tidak mengurus izin. “Kalau mereka mempunyai izin, kalau ada apa-apa di laut misalnya kecelakaan mereka bisa kompline dan mengurus asuransinya. Oleh karena itu kita berulang kali mengimbau kepada seluruh nelayan untuk mengurus izin,” kata Hendry.

Terlepas dari itu, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Bengkulu Letkol Laut (P) Agus Izudin, S.T minggu berencana akan memberikan sosialisasi kepada para nelayan tentang keselamatan berlayar. Lokasi sosialisasi akan dipusatkan di Pantai Jakat.

“Minggu depan kita akan melaksanakan sosialisasi tentang keselamatan berlayar khususnya pada pengguna laut yang ada di pulau tikus, pulau baai kita bersama-sama dengan Polair, KSOP dan SAR. Mengingat pentingnya waspada terhadap keamanan di laut,” demikian Agus.(tew)

Baca Juga ...

Tarif Trans Rafflesia Rp 3 Ribu

BENGKULU – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bengkulu, Budi Djatmiko mengatakan, mereka sudah menetapkan tarif ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.