Senin , 10 Desember 2018
Home / BERITA UTAMA / PAD Tetap Milik Pemkot

PAD Tetap Milik Pemkot

KELOLA” Pemprov Bengkulu akan mengambil alih pengelolaan wisata Pantai Panjang yang selama ini kurang bisa digarap maksimal. Namun Pemkot merasa keberatan dengan Langkah tersebut.

BENGKULU – Kekecwaan Pemkot Bengkulu terkait pengambil alihan Pantai Panjang oleh Pemprov Bengkulu ditanggapi Asisten I Setda Provinsi Bengkulu, Hamka Sabri. Dikatakannya, pengambil alihan Hak Pengelolaan (HPL) Pantai Panjang dari pemkot itu, bukan karena pemprov ingin mengambil PAD, namun ada urusan prinsip yang ingin diselesaikan.

Pemprov hanya ingin mengembangkan dan menata Pantai Panjang agar menjadi lebih bagus. “Soal sumber PAD yang dibangun dan selama ini dibawah kewenangan pemkot tetap milik pemkot. Kita ingin menata, mengembangkan dan memperjelas administrasi pantai panjang itu. Bila administrasinya sudah jelas, kita akan menjadikan Pantai Panjang jauh lebih bagus. Kita bikin jadi kawasan nasional dan kawasan internasional,” jelas Hamka.

Ditambahkannya, bila HPL resmi berada ditangan Plt Gubernur Bengkulu, maka Pemprov Bengkulu akan membuat zonasi rumah adat, kuliner dari 10 kabupaten/kota dan mengupayakan alokasi dana dari APBN untuk pengembangan wisata Pantai Panjang.

Ditegaskannya selama ini sejak tahun 2018 perubahan status dari cagar alam (CA) menjadi taman wisata alam (TWA) sertifikatnya tidak selesai-selesai di BPN. Sehingga Pemprov Bengkulu mengambil alih dengan tujuan agar perubahan status kawasan itu bisa cepat selesai. “Makanya pemprov ingin mencarikan solusi,” jelas Hamka.

Tarik Petugas Kebersihan

Sementara itu, polemik penarikan pengelolaan Pantai Panjang oleh Pemprov Bengkulu terus berlanjut. Karena merasa tidak punya lagi kewenangan atas Pantai Panjang, Pemkot Bengkulu akan menarik petugas kebersihan yang biasa membersihkan pantai tersebut.

Truk sampah tidak bisa lagi melayani pengangkutan sampah bekas wisata di wilayah itu. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bapellitbang Kota Bengkulu, Drs. Riduan, S.IP, M.Si. Ini dilakukan lantaran khawatir terjadi double anggaran dalam pelayanan kebersihan di Pantai Panjang tersebut. “Itu kan milik Pemprov, tidak mungkin APBD Kota yang merawat aset Pemprov, nanti menyalahi prosedur,” kata Riduan.

Bukan hanya masalah kebersihan pantai itu saja, termasuk juga pemeliharaan lampu jalan yang menerangi sepanjang jalan Pantai Panjang hingga perbatasan Pantai Berkas itu juga tidak bisa dirawat Pemkot lagi. Ketika lampu padam bukan lagi tugas Dinas Lingkungan Hidup yang kemudian mengganti atau memperbaikinya. Karena seluruhnya saat ini sudah bukan kewenangan Pemkot Bengkulu lagi.

“Jadi pasukan sapu jalan kita juga tidak bisa lagi masuk ke Pantai Panjang untuk membersihkan pantai itu,” jelasnya. Dia mengatakan, hanya terkait parkir saja Pemkot yang masih turun tangan. Sebab sejauh ini belum ada pembahasan terkait Parkir. Rertibusi daerah berupa parkir itu juga sesuai aturan adalah kewajiban kabupaten dan kota untuk menarik jasanya.

Saat ini juga Pemkot Bengkulu khawatir bakal kehilangan wilayah lagi. Terkait adanya keinginan Pemprov untuk mengambil alih kawasan Danau Dendam seluas 565 hektare. Ketika TWA itu nanti beralih menjadi APL, dan tidak dikembalikan ke Pemkot, maka Pemkot akan semakin banyak kehilangan wilayah.

Sebab dalam pembahasan anggaran 2018 di Pemprov sudah dimasukkan anggaran untuk Danau Dendam. Hanya saja surat turun status dari TWA ke APL yang belum turun. “Setelah ini nanti Danau Dendam lagi yang bakal diambil. Habis wilayah Kota Bengkulu,” katanya.

Anggota DPRD Kota Bengkulu, Bahyudin Basrah menyesalkan keputusan Pemprov mengambil alih Pantai Panjang dari Pemkot Bengkulu. Apalagi pengambil alihan Pantai Panjang itu tanpa ada pembahasan dengan DPRD Kota Bengkulu. “Kami sangat menyayangkan hal ini. Mengapa Pemprov langsung mengambil alih Pantai Panjang tanpa ada pembahasan dengan legislatif terlebih dahulu,” katanya.(tew/del)

Baca Juga ...

Definitif Gubernur, Tugas Berat Menanti Rohidin Mersyah

BENGKULU– Jika tidak ada kendala Dr. drh. Rohidin Mersyah, MMA akan dilantik menjadi Gubernur Bengkulu ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.