Jumat , 14 Desember 2018
Home / BENGKULU SELATAN / Kerjakan Hotmix Rp 4,5 M, “Ngaku” Diminta Rp 100 Jt

Kerjakan Hotmix Rp 4,5 M, “Ngaku” Diminta Rp 100 Jt

TUNJUKAN: Dirut PT PKA Yeyen Jimas menunjukan surat pengaduan dan dokumen kontrak sebagai penguat bukti pengaduan ke polisi, Senin (9/8).

KOTA MANNA – Proyek hotmix di Desa Muara Danau Kecamatan Seginim Rp 4,5 miliar saat ini tengah menjadi sorotan. Bukan hanya terkait pekerjaan fisik, namun Dirut PT Pesona Karya Abadi (PKA) Yeyen Permayanti, SE selaku rekanan pelaksana kegiatan melaporkan inisial Ik atas perbuatan tak menyenangkan.

Dikatakan Yeyen juga owner Jimas Grup ini, Ik dilaporkan oleh pihaknya atas perbuatan Ik dinilai tidak menyenangkan bagi PT PKA. Sehubungan dengan adanya pernyataan Ik baik melalui media elektronik, maupun melalui media sosial pada akun facebook miliknya atas pekerjaan hotmix di Desa Muara Danau tahun anggaran 2018 yang dilaksanakan oleh PT PKA. Lantaran itulah menurut Yeyen, Ik diduga sudah melanggar pasal 27 Ayat (3) UU RI Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE Jo Pasal 45 ayat (3) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik, dan atau pasal 335 KUHP.

“Dia (terlapor-red), sudah kebablasan. Cenderung telah cemarkan nama baik PKA. Mengatakan pekerjaan hotmix kita hancur lebur padahal dia bukan ahli atau pihak berwenang, Jelas ini merugikan perusahaan saya yang bergerak dibidang jasa konstruksi,” kata Yeyen.

Yeyen juga mengaku bahwa dirinya pernah diminta uang Rp 100 juta oleh seseorang yang namanya belum mau disebutkan oleh Yeyen, Namun saat itu Yeyen langsung menolak memberikan uang tersebut. Berselang tak lama kemudian, pekerjaan hotmix PT PKA di Desa Muara Danau menjadi topik pemberitaan dan perbincangan hangat di media sosial.

“Benar ada yang minta uang Rp 100 juta seperti saya sampaikan saat siaran langsung melalui fb ketika mengecek pekerjaan di Muara Danau. Tapi siapa nanti saya buka depan polisi. Belum tentu yang saya laporkan ini ya yang minta Rp 100 juta, tapi ada. Buktinya juga ada,” bebernya.

Yeyen juga menambahkan pekerjaan hotmix di Desa Muara Danau itu masih berlangsung, belum 100 persen tuntas atu sekitar 80-90 persen. Dengan masa kerja mulai 12 April hingga 9 Oktober. Bila memang ada temuan indikasi kerugian negara atas pekerjaan hotmix PT PKA maka pihak berwenanglah harusnya memutuskan. Sementara pekerjaan saja belum tuntas dan dari BPK sendiri belum turun melakukan audit. “Masih ada waktu pemeliharaan. Juga kalau memang ada temuan sesuai hasil audit lembaga berwenang, pasti akan kami kembalikan,” tegasnya.

Kapolres BS AKBP. Rudy Purnomo, S.IK, MH didampingi Kasat Reskrim AKP. Enggarsah Alimbaldi, SH, S.IK membenakan adanya pengaduan dugaan pencemaran nama baik dengan pelapor Dirut PT PKA Yeyen Permayanti. Menindaklanjuti pengaduan tersebut, polisi dalam waktu dekat ini akan memanggil saksi-saksi termasuk meminta keterangan dari pelapor itu sendiri. “Yang dilaporkan baru indikasi pencemaran nama baik, dan perbuatan tidak menyenangkan bagi PT PKA. Belum ada yang mengarah ke upaya pemerasan,” demikian Rudy. (key)

Baca Juga ...

Kapolres Terus Intensifkan Patroli ke Pelosok

KOTA MANNA – Menjelang pelaksanaan pemilu 2019, Kapolres Bengkulu Selatan (BS) mengintensifkan patroli ke daerah ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.