Jumat , 14 Desember 2018
Home / METROPOLIS / Usai Divaksin Murid SD Demam Tinggi

Usai Divaksin Murid SD Demam Tinggi

BENGKULU – Evilliza Faiqah murid kelas satu  SDN 79 Pagar Dewa yang sudah mendapat Imunisasi Campak Rubella kemarin Sabtu (4/8)  di Kota Bengkulu , terpaksa dirawat di rumah sakit M.Yunus.

Orang tua Evilliza yang juga sebagai guru pengajar di SD 79 Kashati mengatakan setelah 14 jam anaknya di suntik vaksin, Evilliza mengalami panas tinggi. Dan setelah di beri obat paracetamol suhu tubuh Evilliza sempat turun namun naik lagi selang beberapa jam.

“Hari senin anak saya masih sempat sekolah dan sorenya kami membawanya ke IGD Rs Umi  dan demamnya memang tinggi sampai 39,”Terang kashati.

setelah di kasih obat dan tensi Evilliza  langsung rendah, saat di cek labor ternyata penyakit lain tidak ada,  hingga dokter menyarankan untuk rawat jalan saja, karena Evilliza kooperatif dan mau makan kedua orang tuanyapun membawanya pulang. “Saya bangun subuh anak saya panas tinggi hingga saya membawanya ke IGD M.Yunus,” Setelah di observasi demamnya kemabali turun.

Tidak hanya Evilliza tetapi ada juga temannya yang sempat mengalami suhu tubuh panas tetapi setelah di kasih obat suhunya turun. “Mungkin juga sebelum di suntik anak saya belum sempat makan makan makanya tubuhnya lemah,”Tambahnya.

sama dengan berberapa anak yang lainnya tetapi setelah di kasih obat panasnya turun tetap

imunisasi Measles Rubella (imunisasi campak dan Rubella) yang di mulai dimulai serentak pada 1 Agustus-September 2018 Imunisasi ditujukan untuk bayi usia 9 bulan sampai anak usia 15 tahun.

Dinkes Pastikan Bukan Dampak Dari MR

BENGKULU – Sementara itu kemarin, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu, Susilawaty mengatakan dia sudah mengunjungi Evilliza Faiqah yang tengah di rawat di Rumah Sakit M. Yunus Bengkulu. Dia memastikan kalau efek demam tinggi yang disebabkan oleh pemberian vaksin MR. Sebab menurutnya,efek faksin MR ini baru dirasakan oleh tubuh 12 hari untuk Rubella dan 4 hari untuk campak. Sedangkan pasien tersebut, baru 12 jam setelah pemberian faksin langsung mengalami demam tinggi. “Pengakuan dari orang tuanya, saat pemberian faksin ini, pagi harinya anaknya belum sarapan. Mungkin sebelumnya dia ini mau demam. Tapi saat disuntuk vaksin MR ini, suhu tubuhnya belum panas. Mungkin ada kompilasi penyakit lain,” terang Susilawaty.

Dia menegaskan pemberian vaksin ini hamper tidak ada efek samping. Pemberian faksin ini juga diawasi oleh ketua dokter berpengalaman untuk mengawasi kejadian usai pemberian vaksin. Ada dokter siti amanah dan timnya yang melakukan pengawasan. “Saya sudah konfirmasi langsung dengan keluarganya,” terangnya.

Dia mengimbau pada masyarakat untuk tidak takut anaknya dibeirkan vaksin MR. Karena ini bentuk ikhitar bersama dalam memerangi penyakit campak dan rubella ini. Di Kota Bengkulu memang belum ditemukan kasus anak mengidap penyakit ini. Namun di Provinsi Bengkulu sudah ada yang ditemukan. “Jadi “Kalau yang mau menunggu fatwa MUI terkait halal haram silakan.  Pemberian vaksin ini juga sampai September. Jadi masih ada waktu kita akan melakukan imunisasi ini. Bahkan kami akan jemput bola. Ada anak yang belum imunisasi akan buat pos di mall-mall untuk mereka bisa vaksin,” terangnya.

Ditambahkan Kadis Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni, bahwa tidak ada efek samping yang berat akibat pemberian vaksin MR. “Efeknya hanya ringan demam, ruam kulit, nyeri dibagian kulit bekas suntikan. Kami juga akan mengecek dan mengunjungi anak yang demam ini. Mohon informasi lebih lanjut supaya petugas bisa mengecek,” katanya.(del)

Baca Juga ...

Mutasi Kepsek Akhir Tahun

BENGKULU – Sebanyak 157 pejabat fungsional dilantik dan diambil sumpahnya oleh Sekda Provinsi  Bengkulu, Nopian ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.