Jumat , 14 Desember 2018
Home / BERITA UTAMA / Enam Orang Diduga Jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Diangkut Densus 88

Enam Orang Diduga Jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Diangkut Densus 88

TERDUGA TERORIS : Wildan, Almed Yones, Sukri Ali, Agustian Sanjaya. Empat dari enam terduga teroris yang diduga jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) diamankan Densus 88, Jumat (10/8). 

BENGKULU– Jumat (10/8), 6 orang yang diduga jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD), diamankan Densus 88 dan dibawa ke markasnya, Jakarta. Yakni Wildan (warga Pasar Baru), Sukri Ali (warga Sawah Lebar), Almedi Yones (warga Jalan Merapi Ujung), Agustian Sanjaya (warga Kelurahan Panorama), dan seorang tukang ojek di Kelurahan Kebun Dahri, serta 1 orang lagi belum diketahui identitasnya.

Wildan, diamankan di kediamannya di Kelurahan Pasar Baru Kecamatan Teluk Segara sekitar pukul 05.30 WIB. Wildan diamankan oleh 6 orang yang diduga Densus 88 yang menggunakan mobil jenis Kijang Kapsul BD 1470 LC.

“Awalnya ada sekitar 6 orang datang ke rumah. 5 orang pakai pakaian biasa, dan 1 orang berjubah seperti ulama. Saya awalnya mengira tamu bapak, namun tiba-tiba bapak langsung dibawa keluar. Bapak sempat melawan, namun oleh orang-orang tersebut bapak langsung diseret masuk ke dalam mobil,” cerita Ummi Beti (21), istri Wildan kepada RB.

Keluarga Wildan yang menyaksikan kejadian tersebut tak bisa berbuat apa. Mereka bahkan kaget apa kesalahan yang dilakukan oleh Wildan hingga harus dibawa pergi dengan cara seperti itu. “Kami tidak tahu apa kesalahan bapak. Mereka juga tidak mengatakan apapun kepada kami saat membawa bapak pergi,” terang Ummi Beti.

Serupa dialami Sukri Ali, yang diamankan di Jalan Merapi Raya Kelurahan Sawah Lebar Kota Bengkulu. Sukri Ali diamankan oleh beberapa orang diduga Densus 88, ketika turun dari angkot, sekitar pukul 10.00 WIB. Diketahui bahwa Sukri Ali merupakan seorang pedagang, yang tinggal di Jalan Meranti 4 Kelurahan Sawah Lebar Kota Bengkulu.

Tak lama setelah mengamankan Sukri Ali, Densus 88 juga mengamankan Almedi Yones di Jalan Merapi Raya Kelurahan Kebun Tebeng Kota Bengkulu. Almedi diamankan ketika hendak pulang ke rumahnya dari berdagang. Bahkan setelah mengamankan Almedi, Densus 88 kemudian melakukan penggeledahan terhadap rumah Almedi di Jalan Merapi Ujung Gang Merapi 18 Kelurahan Panorama Kota Bengkulu.

“Dia baru 3 bulan mengontrak disini, dan pekerjaannya seorang pedagang. Sejauh ini tidak ada yang aneh-aneh dari sikap dia dan keluarganya selama mengontrak disini. Dia kerap hadir kegiatan masyarakat, dan suka bergaul. Kami pun kaget kenapa tiba-tiba ada aparat kepolisian menyegel dan menggeledah rumah dia,” terang Fauzi, salah satu warga Gang Merapi 18.

Dari hasil penggeledahan di rumah Almedi, Densus 88 berhasi menyita sejumlah buku-buku agama, beberapa dokumen dan laptop, yang kemudian memasang garis polisi di rumah kontrakan tersebut. Bahkan hingga berita ini diturunkan, rumah tersebut masih dijaga ketat oleh personel kepolisian dan TNI.

Densus 88 juga mengamankan seorang tukang ojek di wilayah Kebun Geran Jalan Suprapto Kota Bengkulu, sekitar pukul 15.00 WIB kemarin. Namun hingga saat ini belum diketahui identitas dari tukang ojek yang diamankan tersebut.

Terpisah Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Coki Manurung, SH, M.Hum melalui Kabid Humas AKBP Sudarno, S.Sos, MH ketika dikonfirmasi tidak menampik adanya penangkapan yang dilakukan oleh Densus 88 di Kota Bengkulu. Hanya saja ia mengaku tidak bisa berkomentar apapun terkait hal tersebut karena terkait terorisme adalah kewenangan penuh Densus 88.

“Hari ini telah diamankan 6 orang oleh Densus 88, karena terlibat jaringan JAD. Dan proses langsung ditangani oleh densus 88, sementara itu saja yang bisa kami sampaikan,” singkat Sudarno. (sly)

Baca Juga ...

Berikut Logika Hukum Soal Kasus Dugaan Suap Fee Proyek Bupati Nonaktif Dirwan Mahmud

BENGKULU– Sidang perkara suap yang mendudukkan Bupati Bengkulu Selatan (Nonaktif) Dirwan Mahmud sebagai terdakwa kembali ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.