Kamis , 13 Desember 2018
Home / METROPOLIS / Lampu Jalan Tanggung Jawab PLN

Lampu Jalan Tanggung Jawab PLN

RUSAK : Ketua RT 22 RW 8 Jalan Gandaria, Hermansyah menunujukan salah satu lampu jalan yang masih padam.

BENGKULU – Jumlah pajak penerangan jalan (PPJ) yang disetorkan PLN kepada Pemerintah Kota Bengkulu periode Januari-Juni 2018 mencapai Rp 21,89 miliar. Jumlah tersebut, merupakan bagi hasil sebesar 10 persen dari total pendapatan PPJ yang diperoleh PLN di Bengkulu. Besarnya PPJ itu sayangnya tidak dibarengi dengan pelayanan yang memuaskan.

Tercatat, ada 11.000 lampu penerangan jalan di Bengkulu, dan sekitar 8.500 diantaranya rusak alias tidak menyala. Terkait kondisi tersebut, Anggota DPRD Kota Bengkulu ikut menyorot hasil PPJ yang diperoleh PLN yang tidak seimbang dengan pelayanan lampu penerangan jalan.

Anggota DPRD Kota Bengkulu, Heri Ifzan, SE menilai, seharusnya lampu jalan yang padam itu menjadi tanggung jawab pihak PLN untuk dilakukan perbaikan. “Tanggung jawab PLN juga harus dilihat, jangan sampai mau untungnya saja dari pelanggan. Mereka juga kan ambil upah pungut dari pajak lampu jalan yang besarannya 10 persen itu,” kata Heri.

Senada disampaikan anggota DPRD Kota lainnya, Suimi Fales, SH, MH. Menurutnya banyaknya lampu jalan yang rusak atau padam tentu juga berdampak negatif pada tingkat keamanan masyarakat saat berada di jalan raya. “Ya meskipun perusahaan, tetapi jangan tau untungnya saja, tetapi pelayanan kepada masyarakat juga harus dipikirkan,” tambah Suimi.

Sementara itu, anggota DPRD lainnya, Kusmito Gunawan, MH mengimbau kepada PLN Area Bengkulu untuk tidak semena-mena terhadap para pelanggan. Bahkan, apa yang menjadi kepentingan masyarakat harus benar-benar dipertimbangkan. “Jangan mementingkan kepentingan perusahaan yang justru tidak mementingkan kepentingan masyarakat yang mencari keuntungan sebesar-besarnya namun mengabaikan pelayanan masyarakat,” ujarnya.

Ia pun mendesak, PLN harus ikut bertanggung jawab terkait banyaknya lampu penerangan jalan yang padam, dan tidak berdiam diri saja. “Ya ketika ada lampu jalan yang padam, PLN jangan pikir kalau itu adalah pekerjaan Pemkot. Ya menurut saya kalau selama mereka ada SDMnya, enggak apa-apa, kan bagian pelayanan dari masyarakat,” ujar Kusmito.

hampir dua bulan Seluruh lampu jalan yang ada di jalan Gandari kelurahan panoram mati, sampai saat ini belum ada tanda perbaiakan membuat warga Jalan gandaria cemas karena sering kemalingan.

Sementara itu, Ketua RT 22 RW 08 Jalan Gandaria, Hermansyah mengatakan semenjak padamnya lampu penerangan jalan di wilayahnya, membuat warga resah. Terlebih lagi sering terjadi pencurian di wilayah tersebut. “Kami RT 22 khususnya sudah sangat resah dengan padamnya semua lampu jalan yang ada di Jalan Gandaria ini, apa lagi tempat kami termasuk daerah rawan,” Terang Hermansyah.

Sementara itu, Sunarsih (35) seorang ibu rumah tangga warga Kelurahan Surabaya mengakui jika pemadaman mendadak oleh PLN memang mengganggu aktifitas dirinya di rumah dan bisa merusak perlengkapan elektronik miliknya. “Ya kalau pemadaman mendadak, kadang hidup sebentar,kemudian mati lagi, nah itu sering merusak kulkas atau TV kita,” kata Sunarsih.

Terpisah, Asisten Manager Transaksi Energi PT. PLN Area Bengkulu, Hasyim Asnari ketika dikonfirmasi RB berkenaan dengan seringnya pemadaman listrik tersebut menjelaskan bahwa pemadaman listrik dipengaruhi beberapa faktor diantaranya karena cuaca kurang baik, gangguan oleh binatang seperti tupai ataupun dahan maupun ranting tanaman yang menimpa kabel PLN.

“Biasanya karena cuaca yang kurang baik, binatang seperti tupai dan dahan atau ranting tanaman yang patah ini pemadaman yang tidak terencana. Sedangkan yang tererencana biasanya diumumkan lewat media baik pekerjaan pemeliharaan maupun pembangunan,” jelas Hasyim.(zie)

Baca Juga ...

Tangkal Radikalisme

BENGKULU – Dalam pemberantasan ancaman radikalisme, Bhabinkamtibmas dan RT menjadi ujung tombak pendeteksi dini ancaman ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.