Kamis , 13 Desember 2018
Home / METROPOLIS / Polres Turunkan Tim ke Panorama

Polres Turunkan Tim ke Panorama

BENGKULU – Kapolres Bengkulu, AKBP Prianggodo Heru Kun Prasetyo melalui Kasat Reskrim AKP Indramawan Kusuma Trisna, SIK mengakui saat ini tengah mendalami dugaan pungutan liar (pungli) terhadap pedagang yang berjualan di atas trotoar Pasar Panorama.

Untuk mengungkapkan hal itu, pihaknya sudah membentuk tim dan saat ini tim tersebut sedang melakukan penyelidikan untuk menguak dugaan pungli tersebut. Jika memang terjadi pungutan yang tidak sesuai dengan peraturan, maka dia menegaskan akan menindak pelaku pungli tersebut. Serta akan menelusuri kemana saja aliran uangnya.

“Kami mendalami kasus dugaan pungutan liar ini. Untuk melakukan penyelidikan awal, tentu saja kita butuh bukti-bukti awal. Sehingga kita akan turunkan tim untuk melakukan penyelidikan terhadap dugaan tersebut,” kata Indramawan.

Dia menjelaskan, untuk mengungkapkan hal itu akan dilakukan penyelidikan dan penyidikan. Jika nanti ada indikasi memang telah terjadi pungutan liar terhadap para pedagang, pihaknya akan mendalami siapa yang melakukan pungutan itu. Kemudian melakukan klarifikasi awal terkait terjadinya dugaan pungutan liar itu.

“Kita akan selidiki dulu, apakah ada uang yang ditarik dari sejumlah pedagang. Kemudian, uang itu retribusi apa dan dikemanakan,” katanya.

Sebelumnya, Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pasar Panorama, Roni Bambang, S.Sos mengakui ada pungutan retribusi kepada pedagang yang berjualan di atas trotoar. Padahal, berdasarkan UU nomor 2 Tahun 2009 tentang LLAJ, trotoar dilarang digunakan untuk berjualan.

Setelah kasus ini mencuat di media, UPTD Pasar Panorama akhirnya menghentikan pungutan retribusi kepada pedagang yang berjualan di atas trotoar Pasar Panorama. Penghentian pungutan retribusi itu dilakukan setelah Kepala UPTD Pasar Panorama, Roni Bambang, mengaku ditegur Sekda Kota Bengkulu usai mencuatnya kasus ini di harian Rakyat Bengkulu (RB).

Padahal, dalam aturan Pasal 275 ayat 1 dan 2, UU Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, sudah jelas dinyatakan larangan berjualan di atas trotoar. Bahkan, orang yang berjualan di atas trotoar bisa dipidana.

Diakui Roni Bambang saat itu, memang ada penarikan retribusi sebanyak tiga kali. Dua lainnya ditarik oleh petugas kebersihan dan petugas keamanan dari warga sekitar. Sementara itu, rencana penertiban pedagang yang berjualan di atas trotoar sampai saat ini belum juga dilakukan Satpol PP Kota Bengkulu. Pantauan RB kemarin, pedagang masih bebas berjualan di atas trotoar Pasar Panorama. (del)

Baca Juga ...

Tangkal Radikalisme

BENGKULU – Dalam pemberantasan ancaman radikalisme, Bhabinkamtibmas dan RT menjadi ujung tombak pendeteksi dini ancaman ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.