Kamis , 13 Desember 2018
Home / MUKOMUKO / Soal Uang Komite, Orangtua Siswa Kebetatan

Soal Uang Komite, Orangtua Siswa Kebetatan

AIR RAMI – Pungutan uang pembangunan yang dilaksanakan komite SMAN 8 Mukomuko, mendapat kritisi dari sebagian orangtua siswa. Ada diantaranya, orangtua siswa merasa keberatan dengan kewajiban memberikan uang pembangunan sebesar Rp 200 ribu kepada sekolah.

‘’Bagi yang mampu mungkin tak ada masalah. Namun kalau seperti kami kendati itu untuk hitungan setahun, tetap saja kami kesulitan. Karena banyak kebutuhan lain yang harus kami biayai,’’ papar salahsatu wali murid kepada RB seraya minta identitasnya tidak ditulis.

Ia menjelaskan, mereka tidak bisa berbuat apa-apa yang telah disepakati komite. Karena, kalah suara dibanding dengan yang lain. Ia lebih menginginkan agar kewajiban bayar uang pembangunan Rp 200 ribu tidak dipukul rata. Karena kemampuan ekonomi masing-maisng orangtua beda.

‘’Seharusnya komite bisa melihat, tidak semua orangtua mampu. Tapi tidak mungkin kami sampaikan, karena sudah pasti ditolak. Kalah dengan yang lain,” keluh orangtua tersebut yang berdomisili di Kecamatan Air Rami.

Dari data yang RB peroleh, uang pembangunan sebesar Rp 200 ribu tersebut, rencananya oleh pihak sekolah untuk pembiayaan operasional sekolah dengan jumlah siswa 290 orang.

Diantara rencana pengeluaran itu uang pembangunan dari siswa sebagiannya digunakan untuk membayarkan insentif kepala sekolah, insentif Waka Kurikulum dan Kesiswaan dua orang. Insentif Waka Sarpras dan Humas dua orang.

Tak hanya itu, juga rencananya untuk membayar insentif wali kelas, insentif guru PNS, guru Honda dan insentif guru tidak tetap. Termasuk untuk honor TU, serta untuk minum guru dan yang lainnya.

Kepala SMAN 8 Mukomuko, Habib, M.Pd, saat dikonfirmasi RB, tidak menampik rencana penggunaan uang dari siswa. ‘’Itu draf yang diusulkan. Kesepakatan masih sama pada tahun lalu. Komite akan bahas kembali draf tersebut,’’ jelas Habib.

Terkait ada orangtua siwa yang komplain, Habib membuka peluang supaya orangtua siswa tersebut bisa koordinasi dengan pihak sekolah. Atau alangkah baiknya sampaikan keberatan melalui Komite SMAN 8 Mukomuko.

Habib menjelaskan, besaran uang pembangunan memang tak dipukul rata. Siswa kelas X dikenakan Rp 200 ribu, dan kelas XI Rp 150 ribu serta kelas XII Rp 100 ribu. “Itu sudah kesepakatan sama komite. Kalau ada keberatan, ya sampaikan. Biasanya ada solusinya,” tandas Habib.(hue)

Baca Juga ...

Pemekaran Desa Mandeg

MUKOMUKO–Sedikitnya delapan desa di Kabupaten Mukomuko ajukan pemekaran yakni Desa Bumi Mulya, Desa Wonosobo, Desa ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.