Jumat , 14 Desember 2018
Home / BERITA UTAMA / PKB Calon Tunggal, Hanura Usulkan 10 Nama Untuk Cawagub

PKB Calon Tunggal, Hanura Usulkan 10 Nama Untuk Cawagub

BENGKULU – Pelantikan Dr. drh. H. Rohidin Mersyah, MMA sebagai Gubernur Bengkulu defenitif tidak lama lagi. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sudah mengajukan usulan perberhentikan Dr. H. Ridwan Mukti, MH ke Presiden sebagai tindak lanjut dari keluarnya putusan kasasi Mahkamah Agung (MA).

Dalam surat tersebut Mendagri juga mengusulkan pelantikan Rohidin sebagi Gubernur Bengkulu. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri, Bahtiar  mengatakan, Mendagri sifatnya hanya mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian gubernur ke presiden.

“Untuk SK pengangkatan Wakil Gubernur menjadi Gubernur defenitif, kita menunggu saja Keppresnya,” kata Bahtiar.

Bahtiar menambahkan, jika mengacu pada peraturan perundang-undangan, pelantikan gubernur dilaksanakan oleh Presiden di ibukota negara. Kendati demikian, dirinya belum bisa memastikan jadwal pelantikan tersebut karena akan menunggu keputusan langsung dari presiden. “Tergantung Bapak Presiden,” tambahnya.

Di bagian lain, berkenaan dengan kandidat calon wakil gubernur (cawagub) partai pengusung Ridwan Mukti-Rohidin Mersyah saat Pilgub 2016 lalu belum “kompak”. Mereka belum satu suara terkait pengusulan dua nama cawagub yang akan diserahkan ke Rohidin nantinya.

Adapun 4 parpol pengusung tersebut masing-masing Hanura, NasDem, PKPI dan PKB. Bahkan, hingga tadi malam, keempat parpol masih belum ada komunikasi politik membahas mengenai kandidat cawagub yang akan diusulkan nantinya.

Sesuai Pasal 176 Undang Undang-undang RI Nomor 10 tahun 2016 tentang Perubahaan Kedua atas Undang-undang Nomor 1 tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota menjadi Undang-undang, bahwa menyebut jika Parpol pengusung mengusulkan dua nama dari hasil perembukan keempat parpol pengusung tersebut.

Selain belum melakukan pembahasan politik untuk menentukan dua nama, bahkan mereka terkesan tidak kompak. Misalnya saja, dari Hanura saat ini menyiapkan 10 kadernya untuk memperebutkan kursi wagub tersebut, sementara dari PKB hanya mengusulan calon tunggal. Namun untuk kedua parpol yakni NasDem dan PKPI belum menentukan sikap karena memang masih menunggu gubernur defenitif dilantik dan keputusan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai masing-masing.

Dikonfirmasi mengenai hal itu, Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Bengkulu, Muslihan kepada RB mengakui pihaknya sudah menyiapkan 10 nama untuk mencalonkan sebagai cawagub. Akan tetapi, lanjut dia, dari 10 nama itu tentu saja nantinya tidak bisa diajukan semuanya, tetapi harus melalui proses rapat internal parpol.

“Hanura sudah siapkan 10 nama yang saya siapkan itu, cuma yang diminta gubernur itu berapa nanti,” kata Muslihan.

Maksudnya, lanjut Muslihan, dirinya memang memberi kesempatan yang sama kepada semua kader Hanura baik itu ketua DPC, Ketua DPD maupun pengurus parpol Hanura lainnya. “Saya bikin punya kesempatan yang sama, ketua DPC, ketua DPD, pengurus itu. Siapa yang mau daftar calon wagub silakan. Cuma nanti kami mau menghadap Pak Gubernur, kira-kira berapa, buat apa banyak-banyak, kalau gubernur minta  1 kita ajukan satu, tapi maksimal dua paling gitu kan,” tambah mantan Bupati Rejang Lebong dan Bengkulu Utara tersebut.

Sementara itu, Ketua DPW PKB Provinsi Bengkulu, Herliardo saat dikonfirmasi mengaku jika PKB hanya menyiapkan calon tunggal untuk mempersiapkan cawagub Bengkulu. Meski demikian, kata dia, pihaknya juga akan tetap menunggu pelantikan gubernur defenitif terlebih dahulu. “Kalau PKB dari kemaren-kemaren sudah siap, satu nama saja. Jangan terlalu banyak namalah, cukup satu nama saja,” ucap Herliardo.

Ditambahkannya, untuk mekanisme di internal parpol mereka, tetap atas keputusan DPP. Akan tetapi, mekanismenya nanti dari masing-masing parpol pengusung akan rapat untuk membuat kesepakatan untuk mengajukan satu nama masing-masing parpol. Dari situ, kemudian diajukan ke gubernur untuk dipilih dua nama untuk diajukan ke DPRD Provinsi. “Tinggal gubernur memilih dua orang untuk diajukan ke DPRD, dan siapapun yang dipilih gubernur, kita akan sepakati, dan mengajukan surat ke DPP sama-sama,” demikian Herliardo.

Sementara itu, Ketua DPW NasDem Provinsi Bengkulu, Dedy Ermansyah dalam hal ini tetap mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam proses pemilihan ini. Maksudnya, dari 4 parpol pengusung ini akan mengusulkan 2 nama untuk diajukan ke DPRD Provinsi yang proses pemilihannya di DPRD Provinsi. “Kalau secara internal memang untuk NasDem itu, nanti beberapa nama akan diusulkan ke DPP, nanti DPP yang akan memutuskan, tapi kita tetap mengacu pada peraturan dan ketentuan yang berlaku. Apa acuannya, karena 4 parpol, mengeluarkan dua nama, maka berembuklah empat parpol ini dulu,” kata Dedy.

Senada juga disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) PKPI Bengkulu, Hermedi Rian saat dikonfirmasi belum mau berkomentar banyak mengenai hal itu. Menurutnya, dalam hal ini PKPI akan menunggu pelantikan Gubernur Bengkulu defenitif terlebih dahulu. “Sabar saja, pelantikan gubernur defenitif kan juga belum, kita tunggu pelantikan nanti ya,” kata Hermedi.

Terpisah, Ketua Pansus Tata Tertib (Tatib) DPRD Provinsi, Agung Gatam memaparkan  terkait dengan proses dan mekanisme pemilihan Cawagub Bengkulu berdasarkan Pasal 176 UU Nomor 10 tahun 2016. Dijelaskannya bahwa, empat parpol pengusung mempunyai hal untuk mengajukan dua nama kepada gubernur, dalam hal ini gubernur tidak boleh menolak, tidak boleh menghalang-halangi ataupun menghambat nama yang sudah diajukan parpol pengusung ini.

“Kemudian Gubernur harus segera menyampaikan nama itu ke DPRD, kemudian DPRD Provinsi membentuk panitia pemilihan wakil gubernur. Mekanismenya nanti akan diatur dalam tatib nantinya, panitia bentuk, suara segala macam dan lain-lainnya,” beber Agung Gatam.

Terkait pemilihannya, akan dilakukan dalam rapat paripurna pemilihan Wakil Gubernur Bengkulu yang dalam proses pemilihanya bisa dilakukan dengan musyawarah mufakat ataupun melalui voting jika memang dalam musyawarah mufakat tidak menemui titik temu. “Siapapun yang terpilih diantara nama itu ya gubernur terima sebagai wakilnya,”terangnya.

Rohidin Belum Berpikir Pelantikan

Sementara itu, Plt Gubernur, Rohidin Mersyah saat ditemui di Pemprov Bengkulu kemarin mengaku dirinya bahkan sama sekali tidak pernah berpikir untuk dilantik menjadi gubernur. Meskipun orang-orang sudah banyak yang menanyakan perihal tersebut. “Saya tidak pernah berpikir untuk pelantikan, walaupun orang selalu menanyakan, saya kepikiran saja nggak,” jawabnya.

Begitu juga ketika  ditanyakan berkenaan dengan persiapan pelantikan. Dia juga menjawab jika untuk pelantikan tidak perlu melakukan persiapan karena cukup datang dan dilantik. “Nggak perlu pakai persiapan apa-apa, tinggal datang, dilantik, kalau memang dilantik. Lebih banyak persiapan ketika saya ditanyai wartawan,” ujar Rohidin.

Rohidin menyampaikan berkenaan dengan program yang akan dijalankan jika dirinya sudah dilantik nantinya mengaku dia hanya tinggal meneruskan saja karena baik program, visi dan misi sudah disusun sejak awal kampanye dahulu. “Saya tinggal meneruskan apa yang sudah disetting dan disusun dari awal kami kampanye, bahwa pekerjaan dan tanggungjawab, visi-misi sudah, program kerja, RPJMD sudah, tinggal ini dikerjakan, siapapun bisa meneruskan ini,” demikian Rohidin. (zie)

Baca Juga ...

Berikut Logika Hukum Soal Kasus Dugaan Suap Fee Proyek Bupati Nonaktif Dirwan Mahmud

BENGKULU– Sidang perkara suap yang mendudukkan Bupati Bengkulu Selatan (Nonaktif) Dirwan Mahmud sebagai terdakwa kembali ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.