Kamis , 13 Desember 2018
Home / METROPOLIS / Kota Bengkulu Terbanyak Penderita HIV/AIDS

Kota Bengkulu Terbanyak Penderita HIV/AIDS

BENGKULU – Kota Bengkulu menduduki peringkat terbanyak penderita atau temuan kasus HIV/AIDS di Provinsi Bengkulu. Dimana dari tahun 2001 hingga 2018, jumlah penderita HIV/AIDS mencapai sebanyak 833 jiwa. Kemudian terbanyak kedua adalah Kabupaten Rejang Lebong, dengan penderita mencapai 134 orang. (selengkapnya lihat grafis).

Berdasarkan data di Dinkes Provins Ibengkulu, jumlah penderita HIV/AIDS di Provinsi Bengkulu, dari tahun 2001 hingga 2018 terus meningkat setiap tahunnya. Dimana pada tahun 2001 jumlah penderitanya hanya 3 orang saja, tahun 2002 angka itu naik menjadi 11 orang. Tahun 2007 jumlah penderita HIV/AIDS, totalnya bila dihitung dari tahun 2001 meningkat menjadi 122 orang.

Jumlah itu terus meningkat pada tahun 2015 menjadi  105 orang, dan tahun 2016 menjadi 115 orang, 2017 menjadi 95 orang, dan di tahun 2018 jumlahnya bertambah menjadi 82 orang. Jumlah tersebut merupakan hitungan yang sudah ditambahkan pertahunnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Herwan Antony, SKM, M.Kes, M.Si mengatakan, Kota Bengkulu dan Rejang Lebong aktif melakukan pelayanan mobile visite atau pemeriksaan rutin. Yang merupakan program khusus dari global fun. Sehingga akhirnya, mereka banyak menjaring atau menemukan kasus warga penderita HIV/AIDS. “Itu alasannya, mengapa di dua daerah ini banyak terjaring warga yang menderita HIV/AIDS,” terangnya.

Dia menjelaskan, HIV/AIDS penyakit yang dewasa ini banyak diidap oleh masyarakat. Akibat pergaulan dan pola hidup. Sebagai upaya dari dinas kesehatan melakukan kegiatan promotif dan preventif berupa penyuluhan edukasi. Pemeriksaan pada kelompok kunci dan kelompok risiko. Masuk ke sekolah dan tempat prostitusi termasuk juga warung remang-remang untuk melakukan sosialisasi dan juga pemeriksaan.

“Kita terus menggalakkan sosialisasi tentang bahanya penyakit ini dan bagaimana cara pencegahannya,” katanya.

Ketika ditemukan penderita HIV/AIDS, dilakukan pengobatan secara teratur. Kemudian diberikan edukasi supaya tidak menularkan virus tersebut pada orang lain. Mengajarkan masyarakat untuk menghapus stigma mengucilkan penderita HIV/AIDS. Mereka harus hidup normal, diberikan perlakuan yang baik. “Jangan sampai mereka dikucilkan, nanti malah menularkan pada orang lain. Harapan kita dia berobat teratur,” tutupnya.(del)

Baca Juga ...

Tangkal Radikalisme

BENGKULU – Dalam pemberantasan ancaman radikalisme, Bhabinkamtibmas dan RT menjadi ujung tombak pendeteksi dini ancaman ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.