Kamis , 21 Februari 2019
Home / Metropolis / Proyek Rel Kereta Api Mandek di Kemenkeu

Proyek Rel Kereta Api Mandek di Kemenkeu

BENGKULU – Rencana pembangunan rel kereta api Bengkulu – Lubuk Linggau, Sumatera Selatan (Sumsel) saat ini masih dalam proses studi kelayakan dan studi finansial di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI. Sayangnya proses yang sudah berjalan dua bulan lamanya ini, hingga kini belum diketahui nasibnya.

BENGKULU – Rencana pembangunan rel kereta api Bengkulu – Lubuk Linggau, Sumatera Selatan (Sumsel) saat ini masih dalam proses studi kelayakan dan studi finansial di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI. Sayangnya proses yang sudah berjalan dua bulan lamanya ini, hingga kini belum diketahui nasibnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bengkulu, Ir. Budi Djatmiko mengatakan jika saat ini dokumen studi kelayakan dan finansial tersebut masih dalam proses di kementerian keuangan. Menurutnya, evaluasi mengenai dokumen masih belum selesai sehingga masih membutuhkan waktu untuk memutuskannya. “Sekarang masih di kementerian keuangan, dokumennya masih dievaluasi. Dokumen studi kelayakan dan studi finansial,” kata Budi Djatmiko saat ditemui RB Sabtu (22/12) pagi.

Budi mengakui, jika semua proses di Kemenkeu selesai maka tahapan selanjutnya akan dilelang oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pusat untuk mengetahui pelaksanakaan pekerjaan tersebut dimulai. Mereka juga tidak berani memastikan kapan realisasi pekerjaan itu akan dimulai, karena semuanya tergantung dari pusat. “Ya kita juga sudah mendesak agar Kemenkeu bisa segera memutuskan evaluasi dokumen tersebut,” ujarnya.

Ditanya kapan persis pelaksanaan tersebut, Budi mengaku jika diperkirakan pada awal hingga pertengahan tahun 2019 mendatang sudah direalisasikan pembangunannya. Namun demikian, keputusan tersebut tentunya semuanya menjadi kebijakan dari pusat. “Kalau kita ingin 2019 sudah direalisasi, nanti kalau sudah ada keputusan dari kementerian keuangan maka bisa langsung dilelang, kita juga mendesak kemenkeu agar itu segera direalisasikan. Tergantung dari mereka, kalau proses lelang sudah jalan, kita sudah tahu proses startnya,” demikian Budi.

Rencana pembangunan rel kereta api Bengkulu-Sumsel tersebut diharapkan dapat membuka akses Bengkulu sehingga diyakini akan mampu menopang Provinsi Bengkulu menjadi maju dan berkembang seperti kawasan-kawasan lain yang memang aksesnya sudah terbuka baik dari sisi darat, udara dan jalur laut. (zie)

BENGKULU – Rencana pembangunan rel kereta api Bengkulu – Lubuk Linggau, Sumatera Selatan (Sumsel) saat ini masih dalam proses studi kelayakan dan studi finansial di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI. Sayangnya proses yang sudah berjalan dua bulan lamanya ini, hingga kini belum diketahui nasibnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bengkulu, Ir. Budi Djatmiko mengatakan jika saat ini dokumen studi kelayakan dan finansial tersebut masih dalam proses di kementerian keuangan. Menurutnya, evaluasi mengenai dokumen masih belum selesai sehingga masih membutuhkan waktu untuk memutuskannya. “Sekarang masih di kementerian keuangan, dokumennya masih dievaluasi. Dokumen studi kelayakan dan studi finansial,” kata Budi Djatmiko saat ditemui RB Sabtu (22/12) pagi.

Budi mengakui, jika semua proses di Kemenkeu selesai maka tahapan selanjutnya akan dilelang oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pusat untuk mengetahui pelaksanakaan pekerjaan tersebut dimulai. Mereka juga tidak berani memastikan kapan realisasi pekerjaan itu akan dimulai, karena semuanya tergantung dari pusat. “Ya kita juga sudah mendesak agar Kemenkeu bisa segera memutuskan evaluasi dokumen tersebut,” ujarnya.

Ditanya kapan persis pelaksanaan tersebut, Budi mengaku jika diperkirakan pada awal hingga pertengahan tahun 2019 mendatang sudah direalisasikan pembangunannya. Namun demikian, keputusan tersebut tentunya semuanya menjadi kebijakan dari pusat. “Kalau kita ingin 2019 sudah direalisasi, nanti kalau sudah ada keputusan dari kementerian keuangan maka bisa langsung dilelang, kita juga mendesak kemenkeu agar itu segera direalisasikan. Tergantung dari mereka, kalau proses lelang sudah jalan, kita sudah tahu proses startnya,” demikian Budi.

Rencana pembangunan rel kereta api Bengkulu-Sumsel tersebut diharapkan dapat membuka akses Bengkulu sehingga diyakini akan mampu menopang Provinsi Bengkulu menjadi maju dan berkembang seperti kawasan-kawasan lain yang memang aksesnya sudah terbuka baik dari sisi darat, udara dan jalur laut. (zie)

Berita Lainnya

Pinjaman Dana SMI Terancam Batal

BENGKULU – Usulan Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu meminjam dana ke PT Sarana Multi Infasrtuktur (SMI) ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *