Kamis , 27 Juni 2019
Home / Breaking News / PTM Tak Tuntas Dewan Bentuk Pansus

PTM Tak Tuntas Dewan Bentuk Pansus

WAHYU/RB

BENGKULU – Ketua Komisi III DPRD Kota Bengkulu, Sudisman S.Sos menegaskan, DPRD Kota bisa saja membentuk panitia khusus (pansus) untuk menuntaskan masalah di Pasar Tradisional Modern (PTM) pasca kebakaran tersebut. Itu dilakukan apabila Pemerintah Kota (Pemkot) tak bisa menuntaskan masalah tersebut.

RUSAK BERAT: Bangunan Pasar Tradisional Modern (PTM) di kawasan Pasar Minggu tampak rusak berat akibat kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu

“Sebagai lembaga DPRD mempunyai wewenang dalam membentuk pansus itu. Namun untuk membentuk pansus itu kita beri waktu dulu pemkot untuk menuntaskan masalah tersebut. Apabila nanti pemkot tidak sanggup alias menemui jalan buntu kita pastikan akan bentuk pansus,” tegas Sudisman.

Menurut Sudisman, ada beberapa hal yang harus dituntaskan Pemkot terkait masalah yang ada di PTM tersebut. Diantaranya yakni nasib para pedagang korban kebakaran, kemudian Pemkot juga harus terus mengawasi pihak pengembang terkait perehaban gedung keseluruhan pascakebarakan tersebut lantaran ada asuransi bangunan yang disebutkan oleh pihak pengembang.

Selanjutnya masalah revisi MoU PTM-Mega Mall juga harus diselesaikan secepatnya. “Semua masalah itu harus dituntaskan pemkot. Mengingat hal itu sangat berkaitan semuanya. Apalagi ada ratusan pedagang berkaitan dengan nasibnya pasca menjadi korban kebakaran itu. Meskipun pemkot menjanjikan ada tempat sementara bagi mereka berjualan, namun hal itu bukan menjadi jaminan mereka sepenuhnya dalam mencari kebutuhan seperti sebelumnya,” bebernya.

Selain itu dijelaskan Sudisman, pasca sidak Komisi III DPRD Kota ke PTM beberapa waktu lalu, pihaknya sudah menjadwalkan pemanggilan pihak terkait guna mencari jalan dan solusi terbaik menuntaskan masalah tersebut secepatnya.

“Pertama hari Rabu (26/12) nanti kita akan panggil OJK dan Bank Indonesia serta beberapa perwakilan Bank lainnya berkaitan soal pedagang PTM yang menjadi korban kebakaran diberi keringanan mengembalikan pinjaman di Perbankan. Kemudian pada hari Kamis (27/12) kita agendakan pemanggilan pihak pengembang, pemkot dan perwakilan pedagang guna mencari win-win solusion,” jelasnya.

Senada disampaikan Anggota DPRD Kota lainnya, Suimi Fales, SH, MH mengatakan, persoalan nasib para pedagang PTM korban kebakaran jangan menjadi polemik kepanjangan. Sebab mengingat sejumlah pedagang butuh kepastian akan nasib mereka dengan pemerintah Kota dan pihak pengembang. “Bagaimanapun para pedagang itu hanya minta kepastian saja. Makanya kita dalam hal ini akan terus mengawasi agar masalah ini tida menjadi polemik yang terus berlarut. Apalagi seperti saya sampaikan, pemkot harus sudah memikirkan agar PTM itu segera diambil alih,” ungkapnya.

Disisi lain, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Syafriandi, mengungkapkan, bahwa jika dilihat kajian dan hitungan sementara pihaknya bahwa bangunan PTM itu harus dirombak keseluruhan. Mengingat hampir seluruh gedung rusak parah akibat kebakaran.

“Karena kontruksi bangunannya itu rawan pasca kebakaran. Makanya perlu direnovasi keseluruhan agar tidak menimbulkan kerusakan lainnya lagi. Dan itu biaya renovasi itu membutuhkan anggaran sekitar Rp. 20 miliar lebih kalau secara hitungan kita. Namun terkait itu pihak pengembang yang punya wewenangnya,” jelas Syafriandi.(new)

Berita Lainnya

Tampilan Baru New Honda BeAT Street eSP Semakin Ekspresif

BENGKULU – PT Astra Honda Motor (AHM) menghadirkan penyegaran terbaru untuk New Honda BeAT Street ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!