Jumat , 26 April 2019
Home / Daerah / Mukomuko / Ratusan Emak-emak Kawal “Sidang” Tempat Hiburan

Ratusan Emak-emak Kawal “Sidang” Tempat Hiburan

PONDOK SUGUH – Sedidiknya 300 kaum emak-emak dari sejumlah desa di Kecamatan Pondok Suguh, kemarin (21/12) sekitar pukul 15.00 WIB, berunjuk rasa ke Kantor Camat Pondok Suguh. Aksi ibu-ibu ini merupakan lanjutan dari demo sebelumnya yakni mendatangi sejumlah tempat usaha yang diduga menjadi tempat traksaksi prostitusi, perjudian dan penjulan minuman keras.

DEMO: Para emak-emak membentangkan kartun berisi desakan agar camat, kapolsek dan danramil membrantas perjudian dan peredaran miras.

 Mereka datang selain menyampaikan aspirasi juga mengawal sidang (pertemuan) antara Camat Pondok Suguh Abdul Hadi, S.Sos bersama kapolsek, danramil, kades, ketua adat dan lainnya dengan lima pemilik usaha hiburan yang terindikasi jadi tempat transaksi prostitusi. Serta menuntut agar seluruh wanita yang diduga pekerja seks komersial untuk diusir keluar dari Pondok Suguh.

 Abdul Hadi menyampaikan, hasil dari pertemuan itu lima pemilik usaha hiburan bersedia membuat surat penyataan di atas materai Rp 6000, tanpa paksaan. Isi pernyataan dan perjanjian itu, mereka bersedia tempat usaha mereka tidak menerima wanita tunasusila atau PSK. Tidak menampung warga yang tidak jelas asal usulnya. Kemudian bersedia tidak menyediakan minuman keras yang melanggar aturan norma setempat.

 “Jika dilanggar mereka siap menutup tempat usaha dan menerima sanksi dari masyarakat, desa, pemerintah kecamatan bahkan siap dituntut di muka hukum. Ini semua dibuat tanpa paksaan,” jelas Camat.

 Setelah ini, mereka akan memanggil lima orang lagi dalam waktu dekat, yang terindikasi tempat usahanya juga melakukan aktivitas yang jadi sorotan kaum ibu-ibu. Dan akan diberlakukan hal yang sama.

 “Perjanjian ini dikawal secara bersama-sama. Jadi bukan kami saja, tapi juga dari kepolisian dan TNI serta masyarakat. Setelah ini, kita sasar ke deda-desa lain yang terindikasi. Kita lakukan pembinaan persuasif. Kalau tidak mau, kita lakukan tindakan tegas,” ujar Camat.

 Terkait aksi yang dilakukan para ibu rumah tangga di wilayah Kecamatan Pondok Suguh, ditanggapi positif oleh  Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Mukomuko, Ramdani, SE, M.Si. Menurutnya bisa menjadi contoh bagi warga lainnya. Tentu sepanjang aksi yang dilakukan tidak sampai anarkis atau main hakim sendiri.

 “Kegiatan itu sangat baik, tapi jangan sampai berbuat semena-mena yang justru menimbukkan masalah baru,” ujar Ramdani.

Dijelaskanya kegiatan di tempat hiburan yang menyediakan PSK dan miras bila dibiarkan maka akan berdampak buruk bagi daerah khususnya para generasi penerus bangsa. Satpol PP dalam waktu yang dekat juga akan melakukan operasi di beberapa tempat yang diduga menjadi sarang prostitusi.(hue)

Berita Lainnya

Penuhi Kuota CJH, 13 Nama Diusulkan

MUKOMUKO – Meskipun sudah digembar gemborkan Indonesia akan mendapat 10 ribu tambahan kuota haji, tapi ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!