Sabtu , 24 Agustus 2019
Home / Borgol / Tak Terima Disebut Banci, Kuli Bangunan Bacok Rekan Sendiri Hingga Tewas

Tak Terima Disebut Banci, Kuli Bangunan Bacok Rekan Sendiri Hingga Tewas

TAK BERNYAWA : Jenazah korban Yulianto (40) saat tiba di kamar mayat RSMY diantar oleh warga. (foto : ekki/rb)

BENGKULU– Tak terima dirinya disebut banci, Erwin, kuli bangunan asal Lubuk Linggau, Minggu (23/12) nekat menikam rekannya sesama kuli bangunan Yulianto (40). Aksi ini terjadi di lokasi proyek pembangunan gedung workshop laboratorium di Kelurahan Bumi Ayu. Erwin menikam korban sebanyak dua kali di bagian kuduk (dekat leher bagian belakang). Usainya pelaku langsung pergi ke Polda Bengkulu untuk menyerahkan diri. Sedangkan korban yang saat itu kritis langsung ditolong warga dengan dibawa ke RSUD M.Yunus Bengkulu. Namun sayang, setibanya di IGD RSMY ternyata korban sudah tidak bernyawa. Diduga karena pendarahan hebat yang dialaminya sehingga nyawanya tidak tertolong lagi.

Tiba di Polda Bengkulu pukul 16.45 WIB, pelaku langsung diamankan. Pada penyidik ia mengakui telah menusuk korban. Namun ia belum tahu kalau korban yang ditikamnya itu tewas. “Saya tidak tahu, sudah nujah dia 2 kali, saya langsung tinggalkan dia. Pisau masih saya bawa. Dia (korban) tidak mati kan pak?,” ujar tersangka saat memberikan keterangan kepada polisi di Polda Bengkulu.

Pelaku mengaku kejadian berawal dari korban yang sering menghina dirinya. “Saya sudah habis kesabaran pak. Hampir setiap hari dia (korban) mengejek saya, dia bilang saya banci. Selama ini saya sabar. Tadi karena dia meledek saya lagi, saya ambil pisau di basecamp, dia melihat saya ambil pisau tapi dia tidak takut. Saat dia mau naik tangga, saya kejar dan langsung saya tujah,” tutur tersangka berterus terang.

Versi pelaku, semasa hidup korban juga pernah mengarahkan kepalan tinju ke arah kepalanya  dan pernah hampir mengeroyok tersangka bersama teman-teman korban. ” Dia tahu saya mengambil pisau tapi dia tidak lari. Kalau dia lari mungkin tidak sampai terjadi,” kata tersangka yang tampak panik dengan napas masih ngos-ngosan.

Pantauan RB di RSMY, korban dari IGD langsung dibawa ke ruang kamboja (kamar mayat). Salah satu petugas scurity RSMY, Abraham membenarkan kalau mayat yang baru tiba dari IGD itu mayat Yulianto, korban pembunuhan. “Iya, tadi korban diantar oleh warga ke IGD tapi ternyata sudah meninggal. Jadi sementara kita bawa ke kamar jenazah sembari menunggu pihak keluarga menjemputnya,” demikian Abraham.(tew)

Berita Lainnya

Berbagi Pada Sesama, Astra Motor Bengkulu Adakan Donor Darah

BENGKULU– Astra Motor Bengkulu kembali menyelenggarakan kegiatan donor darah rutin 3 bulanan, Jumat (23/8). Kegiatan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!