Saturday , 19 January 2019
Home / Daerah / Kepahiang / Banjir dan Longsor Hantam Tiga Desa

Banjir dan Longsor Hantam Tiga Desa

ARIE/RB
GOTONG ROYONG: Warga Desa Permu bergotongroyong membersihkan drainase yang tersumbat, diakibatkan tidak mampu menampung debit air yang disebabkan hujan deras.

KEPAHIANG – Sebanyak 3 desa terendam air dan juga terkena tanah longsor yang diakibatkan oleh hujan deras seharian yang mengguyur Kabupaten Kepahiang dan sekitarnya dari Sabtu (22/12) lalu. Ketiga desa tersebut yakni Desa Permu Kecamatan Kepahiang, Desa Westkust Kecamatan Kepahiang, dan Desa Air Hitam Kecamatan Ujan Mas.

Untuk Desa Permu, banjir diakibatkan oleh ketidakmampuan drainase yang ada akan debit air yang tinggi dari hujan yang mengguyur sejak pagi. Sementara di Desa Westkust, hujan deras mengakibatkan tanah tebingan di perumahan warga mengalami longsor sehingga menutupi drainase dan menyebabkan air menggenang.

Selanjutnya untuk Desa Air Hitam, hujan yang lebat mengakibatkan debit air Sungai Lanang meningkat drastis sehingga membanjiri rumah warga sekitar. Bahkan puncak ketinggian air terjadi pada pukul 21.00 WIB tadi malam, yakni mencapai 30 centimeter.

Diungkapkan Yusuf (34) warga Desa Permu, air mulai menggenangi pemukiman warga dan jalan sekitar pukul 17.00 WIB Sabtu (22/12) lalu. Hal ini dikarenakan air hujan yang mengalir ke drainase, tak mampu disalurkan sepenuhnya lantaran dranase yang tersumbat diakibatkan sampah yang menumpuk.

“Tidak ada cara lain, kami terpaksa bergotongroyong membersihkan drainase yang tersumbat tersebut. Kalau tidak, kami khawatir air akan semakin menggenangi rumah warga,” ujar Yusuf.

Sementara Sutarmin (46), warga Desa Air Hitam mengungkapkan, banjir di lingkungannya terjadi lantaran air Sungai Lanang yang meluap diakibatkan hujan deras sejak pagi hari. Hal ini diakui Sutarmin bukan kali pertama terjadi, bahkan setiap hujan deras warga selalu khawatir akan bencana banjir.

“Daerah ini memang rawan banjir sejak 2007 lalu, pasca Sungai Musi dibendung oleh PLTA Musi untuk proyek pembangkit listriknya. Dan kami sebagai warga, hanya bisa menerima apa yang terjadi di tempat tinggal kami,” jelas Sutarmin. (sly)

Berita Lainnya

Antisipasi Penyakit TBC Terhadap Anak

KEPAHIANG – Tahun 2019 ini Dinas Kesehatan Kepahiang memiliki target 2.000 bayi diberikan vaksin DPTHB ...