Kamis , 27 Juni 2019
Home / Borgol / Ditetapkan Kejati Sebagai Tersangka, Kontraktor Jalan Lubuk Sini-Lubuk Durian DPO

Ditetapkan Kejati Sebagai Tersangka, Kontraktor Jalan Lubuk Sini-Lubuk Durian DPO

BENGKULU- Ini Peringatan bagi rekanan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu yang belum mengembalikan potensi kerugian negara berdasarkan audit BPK. Baru-baru ini Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan jalan Lubuk Sini –Lubuk Durian, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) tahun 2015.

Dalam proyek ini, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI menemukan adanya potensi kerugian negara mencapai Rp 630 juta dari total nilai proyek. Dari jumlah tersebut baru dikembalikan Rp 5 juta oleh para tersangka.

Tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka tersebut adalah Ketua Kelompok Kerja (Pokja) yang merangkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tami Milani, Kuasa Pengguna Anggaran pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu, Samsul Bahri yang juga mantan Kabid Bina Marga Tahun 2015, dan Direktur CV Palem Citra Indah berinisial Ds.

Tami Milani dan Samsul Bahri saat ini tengah menjalani hukuman di Lapas Kelas IIA Kota Bengkulu atas kasus korupsi di proyek lainnya yakni dugaan korupsi Kasus Jalan Enggano.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Bengkulu, Henry Nainggolan mengatakan mereka sudah tiga tahun ini menunggu itikad baik untuk mengembalikan kerugian negara. Karena tidak ada itikad baik itu, akhirnya tim penyidik menetapkan tiga orang tersebut sebagai tersangka. Dua orang sedang menjalani hukuman dalam kasus korupsi proyek lainnya. Satu orang lagi yakni dari rekanan masih dicari dan masuk dalam daftar pencairan orang (DPO). “Saat ini kita masih mencari dan mengimbau supaya menyerahkan diri,” katanya.

Sebelumnya Inspektorat Provinsi Bengkulu sudah berusaha untuk meminta PPK dan KPA serta pihak ketiga untuk mengembalikan kerugian negara tersebut. Namun setelah ditunggu tidak juga dikembalikan. Sehingga akhirnya Inspektorat berinisiatif untuk menyerahkan hal ini ke aparat penegak hukum. Dalam proyek ini, CV Palem Citra Indah milik tersangka Ds dipinjam oleh MA selaku kuasa direktur dalam proyek tersebut.(del)

 

Berita Lainnya

Pidana Narkotika Lebih Dominan!

BENGKULU – Bahaya narkotika masih mengancam Bengkulu yang termasuk daerah peredaran barang berbahaya yang merusak ...

error: Content is protected !!