Rabu , 27 Maret 2019
Home / Olahraga / Gagal di BWF Tour Finals

Gagal di BWF Tour Finals

CEDERA: Ganda putra terkuat Indonesia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo mundur dari ajang BWF Tour Finals 2018.

GUANGZHOU – Indonesia bisa meloloskan enam wakilnya di BWF Tour Finals 2018. Dari mereka, harapan besar yakni berada di pundak Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo di ganda putra. Sisanya sempat pertontonkan kejutan seperti Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja di ganda campuran.
Tetapi pada akhirnya kali ini Indonesia tapa medali di ajang internasional penutup tahun. Yang lebih tragis lagi untuk sekadar lolos dari fase grup, wakil Indonesia tidak kuasa menembus ketatnya persaingan. Mereka terlempar sejak fase grup.
Demikian pula dengan Marcus/Kevin yang memutuskan mundur karena Marcus mengalami cedera leher. Berkaca dari persiapan para pebulutangki Indonesia, waktu dua pekan selepas Hongkong Open menjadi salah satu waktu yang cukup tepat untuk dimaksimalkan.
Bahkan, sejumlah pemain memutuskan mundur dari Korea Masters demi memaksimalkan waktu persiapan. Seperti Anthony Sinisuka Ginting dan pasangan senior Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Namun, pada akhirnya, semua gagal bersaing dengan lawan masing-masing.
Kabidbinpre PP PBSI, Susy Susanti  ketika dikonfirmasi tidak menampik bahwa performa wakil Indonesia kurnag bagus. “Mereka main di bawah performa, juga andalan kami, Minions juga ada sedikit masalah cedera,” bebernya. Susy meminta para pemain bisa move on untuk mempersiapkan diri lenih baik lagi untuk 2019.
“Persiapan mereka oke, gak ada masalah. Tapi situsi dan kondisi terakhir mereka juga menentukan penampilan,” sebut legenda tunggal putri Indonesia tersebut. Khususnya dalam hal menjalankan strategi dan taktik di lapangan.
Masalah itu pula yang menimpa sejumlah wakil Indonesia, Greysia Polii/Apriani di ganda putri misalnya. Mereka mencoba keluar dari zona nyaman pola permainan mereka selama ini. “Pola baru itu baru dicoba dua pekan terakhir. Harus dicoba karena menggunakan pola yang lama mereka juga mentok,” kata Eng Hian, pelatih mereka.
Tetapi, hasilnya juga belum benar-benar mulus. Mereka masih butuh waktu untuk mengimplementasikan strategi tersebut di dalam lapangan. Greysia mengungkapkan, dalam latihan pola tersebut berjalan lancar. Namun, kondisi saat pertandingan berbanding terbalik dari persiapan mereka.
Di sisi lain, Anthony Sinisuka Ginting juga butuh waktu dan berbenah untuk bersaing lagi tahun depan. Dengan kapasitas dia sebagai juara Tiongkok Open yang leve Super 1000 seharusnya bisa bersaing lebih sengit di BWF Tour kali ini.
Nyatanya, dari tiga kali bertanding, dia tersungkur. “Mesti nambah semuanya, power, endurance, juga sabar main di depan net,” katanya. Pekerjaan rumah PP PBSI beserta tim pelatih tidak berhenti sampai akhir tahun ini.
Sebab, tahun depan masih ada sejumlah turnamen penting. Seperti Sudirman Cup, juga SEA Games dan turnamen World Tour lainnya. Selain itu, pebulu tangkis dunia juga akan bersaing berburu poin untuk masuk top 16 untuk Olimpiade 2020 Tokyo.(nap)

Berita Lainnya

RBC Siap Ramaikan Funbike HUT Kota ke-300

BENGKULU – Rafflesia Bikes Community (RBC) mengaku anggota mereka siap untuk ikut berpartisipasi dan meramaikan ...

error: Content is protected !!