Minggu , 24 Februari 2019
Home / Daerah / Seluma / Kemenkes Kucurkan Bantuan Rp 20 Miliar

Kemenkes Kucurkan Bantuan Rp 20 Miliar

SELUMA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Seluma tahun 2019 mendapatkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebesar Rp 20 miliar lebih untuk pembangunan 2 unit Puskesmas.

Dua unit puskesmas tersebut rencananya akan di bangun di Desa Renah Gajah Mati II, Kecamatan Semidang Alas (SA) dan Desa Gunung Kembang, Kecamatan Semidang Alas Maras (SAM). “Kita tidak menerima uang dalam bantuan ini, namun berupa gedung dengan fasilitas lengkap,” terang Plt. Kadinkes seluma Rudi Sawaludin.

Dijelaskan Rudi, bantuan dua unit Puskesmas ini  merupakan program Daerah Terpencil dan Kepulauan (DTK) yang digulirkan oleh Kemenkes. Penerima program ini hanya menyiapkan lahan. Sementara pembangunan dan pembelian fasilitasnya semua di tangani oleh Kemenkes.

“Pokoknya nanti kita hanya menerima gedung puskesmas yang siap beroperasi. Soal pembangunan dan lainnya semua ditangani oleh Kemenkes,” ujar Rudi.

Lanjutnya bantuan khusus DTK tahun 2019 ini, Kabupaten Seluma merupakan satu-satunya yang menerima se Provinsi Bengkulu. Puskesmas yang akan di bangun tersebut, merupakan puskesmas untuk rawat inap yang akan melayani masyarakat di wilayah tersebut.

“Tugas kita nantinya hanya menyiapkan tenaga medisnya. Karena begitu puskesmas tersebut selesai, akan langsung di fungsikan,” kata Rudi.

Diakui Rudi, untuk tenaga medis yang nantinya akan di tugaskan di puskesmas tersebut memang belum ada. Karena petugas medis yang ada saat ini, belum mencukupi dan masih sangat kurang. Sehingga untuk petugas medis di dua puskesmas tersebut nantinya masih akan di lakukan perekrutan.

“Untuk tenaga medis ini kendala serius bagi kita. Oleh karena itu saya kembali akan menghadap ke Kemenkes untuk mencari jalan keluarnya. Karena untuk kita melakukan perekrutan sendiri, anggarannya tidak ada di APBD 2019,” jelas Rudi.

Tambahnya, dengan berdirinya Puskesmas ini nantinya dapat melayani semua keluhan kesehatan masyarakat dengan maksimal, terutama yang memerlukan penanganan segera atau darurat. “Desa tempat di bangunnya puskesmas ini merupakan dari yang sangat terpencil. Saat ini masyarakat yang ingin mendapatkan perawatan kesehatan harus ke Ibukota kecamatan yang jaraknya sangat jauh. Sehingga saat ini masyarakat lebih memilih pengobatan tradisional dari pada medis,” sampai Rudi. (aba)

Berita Lainnya

Baru Seminggu di Bengkulu, Pemuda Asal Cilacap Tenggelam di Air Terjun PTPN VII

SUKARAJA-Naas dialami Ratno (22) warga Cilacap, Provinsi Jawa Barat yang baru tiga hari tiba di ...