Senin , 25 Maret 2019
Home / Daerah / Bengkulu Utara / Mandi di Sungai Desa Kuro Tidur, Dua Bersaudara Tewas Tenggelam

Mandi di Sungai Desa Kuro Tidur, Dua Bersaudara Tewas Tenggelam

MENINGGAL DUNIA: Lili Sudarwati (selimut merah) dan Dea (selimut putih) terbujur kaku setelah tenggelam di di Sungai Desa Kuro Tidur, Bengkulu Utara, Minggu (23/12) (foto : shandy/rb)

ARGA MAKMUR– Tragis yang dialami keluarga Almizan (49) warga Desa Karang Anyar 2 Arga Makmur Bengkulu Utara. Dua anaknya tewas tenggelam di Sungai Desa Kuro Tidur pukul 16.30 WIB, Minggu (23/12). Keduanya Lili Sudarwati (26) guru honorer dan Dea (15) siswa Kelas IX SMP N 1 Arga Makmur. Tubuh keduanya ditemukan sekitar 4 meter tenggelam di sungai tak jauh dari tempat korban tenggelam.

Kejadian ini berawal saat pukul 14.00 WIB Lili, Dea dan kakak sulungnya Vera berangkat ke sungai Desa Kuro Tidur untuk berenang. Kawasan tersebut memang kerap ramai saat hari libur tempat masyarakat yang ingin sekadar berenang. Almizan juga tak khawatir lantaran tiga anaknya langsung berangkat dan Vera anak tertuanya juga ikut. Vera sendiri berstatus honorer di Dinas Kesehatan Bengkulu Utara.

Ketiganya memang hanya berenang tak jauh dari pinggir sungai yang memang biasa dijadikan tempat mandi oleh masyarakat. Saat kejadian Vera sudah duduk beristirahat di pinggir sungai. Sedangkan kedua adiknya masih berenang. Saat Lili naik ke pinggir sungai, Dea justru tak terlihat lagi di  air. Lili yang mengetahui adiknya tenggelam langsung terjun lagi ke sungai menyelam, sedangkan Vera memanggil warga. Naas, sekitar 15 menit justru Lili dan Dea tak lagi terlihat dan tenggelam.  Korban ditemukan oleh keluarganya yang datang lokasi dan langsung menyelam. Keduanya sempat dibawa ke RSUD Arga Makmur meskipun akhirnya nyawa mereka tidak bisa diselamatkan.  Pantauan RB, di RSUD Arga Makmur Alizan sempat shok dan meronta-ronta. Ia masih tak percaya dua anaknya tewas dengan cara yang mengenaskan. Bahkan ia beberapa kali pingsan hingga dibawa warga ke rumah duka.

Kapolres Bengkulu Utara AKBP. Ariefaldi WN, SH, S.IK, MM melalui Kasat Reskrim AKP. M Jufri, S.IK menerangkan saksi-saksi sementara mengungkapkan jika korban tenggelam karena kecelakaan. Namun polisi masih melakukan penyelidikan terkait kemungkinan lain dalam pristiwa ini.  “Kita sudah datangi RSUD mengambil data korban. Tidak ada bekas kekerasan dalam tubuh korban dan memang di tubuh korban terdapat air akibat tenggelam,” pungkas Kasat. (qia)

Berita Lainnya

Avia Star Terbangi Enggano

ARGA MAKMUR – Setelah proses administrasi selesai, Senin besok pesawat Avia Star berkapasitas 18 tempat ...