Jumat , 21 Juni 2019
Home / Metropolis / Panglima Timses Pemenangan Helmi-Dedy Pastikan Tak Urus Soal Mutasi

Panglima Timses Pemenangan Helmi-Dedy Pastikan Tak Urus Soal Mutasi

BENGKULU– Jelang mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kota, beredar info ada oknum yang mengatasnamakan tim sukses (timses) Helmi-Dedy saat Pilwakot lalu dapat mengatur posisi sejumlah pejabat di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Hal ini dibantah Panglima Tim Sukses (Timses) Helmi-Dedy saat Pilwakot, Dempo Xler, SIP, MAP. Ia mengungkapkan, tidak dibenarkan apabila ada tim sukses Helmi-Dedy yang ikut mengatur rencana mutasi pejabat Pemkot. “Timses itu pada dasarnya bekerja hanya waktu pada Pilwakot lalu memenangkan sosok yang diusung. Jadi jika sekarang ada oknum yang mengaku bisa mengatur soal mutasi itu tidak dibenarkan. Jangan malah ikut mengatur hal yang tidak dibenarkan, karena nama baik walikota akan tercoreng nantinya,” terang Dempo.

Wakil Ketua DPW PAN Provinsi tersebut mengatakan meski tugas timses telah selesai, namun memberikan saran dan pendapatan termasuk mengawasi tugas walikota dan wawali wajib dilakukan demi kepentingan masyarakat. “Kalau timses sekedar memberikan saran seperti menyampaikan pejabat yang pantas atau kriteria pejabat yang mau bekerja itu sah-sah saja kepada walikota. Karena hal itu demi kepentingan bersama. Namun timses jangan ikut mengatur struktur pejabat pemerintahan itu yang dilarang dan menyalahi,” ujarnya.

Menurut Dempo, sesuai aturannya pelaksanaan mutasi boleh dilalukan setelah enam bulan pelantikan Kepala Daerah. Ia berharap struktur pejabat yang dibentuk nanti benar-benar pejabat yang mau bekerja untuk kepentingan rakyat demi memajukan Kota Bengkulu lebih baik lagi. “Pertama yang harus dilihat itu pejabat yang punya integeritas tinggi, moralitas tinggi serta pejabat yang benar-benar tulus bekerja untuk daerah,” tuturnya.

Baperjakat Siapkan Penilaian

Sementara jelang mutasi, tim Baperjakat Pemkot hingga Minggu (24/12) masih mempersiapkan keseluruhannya. Bahkan terbaru penilaian pejabat juga tidak hanya dari hasil uji kompetensi saja, melainkan hasil evaluasi diri dan jabatan (Edijab) sebagai bahan pertimbangan penempatan pejabat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bengkulu, Marjon, MPd memastikan mutasi bisa saja dilakukan kapanpun. Namun ia belum bisa memastikan jadwal kepastian mutasi, lantaran saat ini masih dalam pengkajian Baperjakat dan Walikota yang mempunyai wewenang tinggi.

Ia menilai kinerja pejabat Pemda Kota terus dievaluasi dan Walikota yang mempunyai wewenang tertinggi.  “Ya selain dari uji kompetensi yang dilihat. Hasil dari edijab itupun juga kita lihat sebagai bahan pertimbangan kita. Tapi yang perlu diingat, pada prinsipnya bahwa  mutasi itu juga kebutuhan organisasi pemerintahan,” kata Marjon.

Marjon menambahkan, bahwa metode evaluasi yang digunakan kali ini berbeda dari sebelumnya, karena masing-masing ASN yang menjadi bawahan akan diberikan kuisioner dalam menilai secara langsung atasannya.

“Sistem yang dijalankan yakni bawahan akan menilai atasan, kalau eselon II dinilai oleh eselon III, dan eselon III dinilai eselon IV. Sedangkan eselon IV dinilai oleh staf yang bersangkutan. Untuk melihat sejauh mana pejabat itu memimpin suatu OPD tersebut,” terangnya.

Apalagi menurut Marjon, mutasi tersebut bukan merupakan hal yang menakutkan. Sebab hal ini merupakan penyegaran dari struktur organisasi dan termasuk bagian dari evaluasi Pemerintah Kota (Pemkot).  “Jabatan itu merupakan amanah dan kepercayaan. Ketika kita dipercayai menduduki jabatan itu. Maka kita harus bekerja dengan maksimal dan terus bekerja untuk mencapai target,” bebernya.

Terkait isu mutasi yang tengah merebak saat inipun, sebagian pejabat mulai tidak konsentrasi lagi dalam pekerjaannya dan tidak optimal dalam melaksanakan pekerjaannya. Bahkan sejumlah pejabat kota mengaku juga bingung melakukan pekerjaannya yang seharusnya sudah dikerjakan saat ini.  “Ya kita khawatirnya mutasi dilakukan secara mendadak, sedangkan kita saat ini juga sedang sibuk menyusun program untuk awal tahun depan, jadi cukup repot,” kata salah satu pejabat pemkot yang mewanti-wanti enggan dituliskan namanya ini.

Sumber terpercaya RB, bahkan beberapa camat dan lurah dikabarkan akan dimutasi, untuk nama-namanya masih dirahasiakan oleh tim baperjakat Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu. Sementara beberapa pejabat yang akan terkena mutasi roling jabatan, seperti yang mencuat di kalangan pejabat pemkot adalah Kepala Dinas Pariwisata Kota Syarifuddin, akan diroling dengan Staf Ahli Walikota Tony Elfian, lalu Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Eddyson akan diroling Staf Ahli Walikota Hilman Fuadi.

Kemudian Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Syanurbi akan diroling dengan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Herman.  Termasuk Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) kota Drs. Bardin kabarnya akan diganti dengan pejabat dari luar daerah Kota Bengkulu yang namanya masih dirahasiakan.(new)

Berita Lainnya

23 Tahun Trayek Angkot Belum Direvisi

BENGKULU – DPRD Kota Bengkulu kembali mendesak agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu segera merevisi jalur ...

error: Content is protected !!