Jumat , 22 Maret 2019
Home / Daerah / Bengkulu Tengah / Cuaca Buruk Hantui Nelayan Tradisional

Cuaca Buruk Hantui Nelayan Tradisional

Fintah/RB
PARKIR: Nelayan di Kecamatan Pondok Kelapa belum berani melaut karena cuaca buruk.

BENTENG – Cuaca buruk yang terjadi beberapa hari ini,, membuat nelayan tradisional di Kecamatan Pondok Kelapa mulai dari Dusun Sungai Hitan Desa Pasar Pedati hingga Desa Padang Betuah masih meliburkan diri untuk melaut.

“Sudah semingu kami tidak melaut,” terang Ketua Nelayan Benteng di Desa Pasar Pedati, Buyung Bachtiar. Dikatakannya, perahu kecil yang digunakan para nelayan tradisional sangat berisiko jika tetap melaut. Terlebih lagi tinggi gelombang sudah mencapai 2 meter lebih. Selain itu, dengan kondisi cuaca yang buruk, ikan pun banyak berkumpul di tengah samudera.

Tentu saja dengan kondisi itu membuat para nelayan tradisional terpaksa harus meliburkan diri. Imbas dari sedikitnya nelayan turun melaut, aktifitas di tepi laut tempat nelayan mendaratkan kapal tradisional juga menjadi sepi. Karena tidak ada ikan dan hasil tangkapan yang bisa diperjualbelikan. Bahkan, diakuinya beberapa nelayan beralih profesi menjadi buruh serabutan saat libur melaut saat ini.

“Risiko tidak seimbang dengan hasil yang kami dapatkan kalau gelombang tinggi,” ujarnya. Sementara itu, Kepala BPBD Benteng, Tomi Marisi M.Si meminta agar nelayan utnuk dpaat memantau situasi. Kalau memang membahayakan, hendaknya untuk menunda mencari ikan dilaut. Apalagi dengan peralatan yang masih serba tradisional.

Diakuinya, untuk cuaca yang masih belum dirasa aman saat ini,BPBD terus menyiagakan personil terutama Tagana yang berada diseluruh 142 Desa dan 1 kelurahan di Kabupaten Benteng. Koordinasi terkait kondisi cuaca terus dipantau guna menghadapi kemungkinan adanya bencana alam.

“Persiapan dalam tanggap darurat perlu, dan ketika ada bencana bisa langsung membantu korban,” demikian Tomi.(vla)

Berita Lainnya

Sistem Zonasi Harus Didukung Kualitas Guru

BENTENG – Bupati Benteng, Dr. H. Ferry Ramli SH, MH mengingatkan Dinas Dikpora Benteng agar ...