Kamis , 27 Juni 2019
Home / Metropolis / Jemput Bola Proyek Rel Kereta Api

Jemput Bola Proyek Rel Kereta Api

BENGKULU – Belum adanya kejelasan rencana pembangunan rel kereta api yang menghubungkan Bengkulu-Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi sorotan anggota dewan. Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, H. Edi Sunandar meminta agar Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi dapat jemput bola memantau langsung progres perkembangan rencana tersebut.

Kepada RB kemarin, Edi Sunandar mengatakan, Dishub hendaknya dapat mendatangi langsung Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk menanyakan perihal perkembangan evaluasi dokumen studi kelayakan dan studi finansial tersebut. “Jika memang belum ada kejelasan, tidak bisa menunggu saja, tetapi harus menanyakan langsung kesana (Kemenkeu, red) biar jelas perkembangannya seperti apa,” kata Edi Sunandar.

Dihararapkannya, Dishub untuk segera ke kementerian mempertanyakan dalam mengenai hal itu lagi, apakah memang sudah final atau belum. Jika memang sudah final, maka tentu pemerintah daerah harus menyiapkan segala sesuatunya. “Tetapi kalau memang perlu pengkajian, maka itu harus memerlukan lobi-lobi khusus, agar bisa segera dilaksanakan, jangan sampai tidak terealisasi, demi pembangunan Bengkulu kedepan,” jelasnya.

Sebenarnya, lanjut Edi, pembangunan rel kereta api tersebut sudah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), namun karena sesuatu pada akhirnya dicoret. Kendati demikian, pembangunan dapat dilanjutkan namun dikerjakan oleh pihak swasta. Menurutnya, pembangunan rel kereta api tersebut juga sangat penting dalam mendorong kemajuan ekonomi Provinsi Bengkulu.

Harapannya ke depan, dengan telah terbukanya akses Bengkulu-Sumsel tersebut maka menjadi langkah awal bagi Bengkulu membuka keterisolasikan yang sudah cukup lama ini. Nantinya, kawasan ekonomi khusus di Pulau Baai juga akan terdorong bergerak maju. “Karena jika pembangunan rel kereta api jadi terlaksana, kawasan ekonomi khusus Pulau Baai, akan terdorong,” demikian Edi.

Sebelumnya, Kadishub Provinsi, Ir. Budi Djatmiko mengakui jika dokumen studi kelayakan dan studi finansial masih dalam proses evaluasi di Kementerian Keuangan. Namun, keterangan yang disampaikan Budi tersebut sama persis dengan pertanyaan RB saat diwawancara sekitar dua bulan lalu alias evaluasi dokumen tersebut mandek di Kemenkeu. (zie)

Berita Lainnya

Polemik Honor Ketua RT jangan Terulang

BENGKULU – Persoalan belum dibayarkannya honor sejumlah Ketua RT/RW triwulan kedua mendapat sorotan DPRD Kota ...

error: Content is protected !!