Jumat , 22 Maret 2019
Home / Daerah / Bengkulu Tengah / Pupuk Mahal, Petani Kelola Sampah Dapur

Pupuk Mahal, Petani Kelola Sampah Dapur

Fintah/RB
PUPUK: Petani di Desa Srikuncoro memilih mengelola sampah rumahtangga untuk menjadi pupuk karena mahalnya pupuk saat ini.

BENTENG – Semakin mahalnya biaya produksi pertanian, belum lagi persoalan saran pertanian yang kurang baik sehingg berpengaruh pada pendapatan patra petani, saat ini petani di Desa Srikuncoro Kecamatan Pondok Kelapa mulai mengalihkan penggunaan pupuk dari pabrikan ke pupuk nabati.

“Bahan pupuk nabati bisa diperoleh dengan sengat murah,” jelas Kades Srikuncoro, Romadon.

Dijelaskannya, petani didesanya menggunakan sampah dapur selain bahan plastik untuk pembuatan pupuk. Hanya dengan modal gentong untuk penampungan sampah dapur, ditambah dengan terasi dan gula pasir, sampah dapur yang banyak dari sisa bahan makanan difermentasi dengan campuran gula pasir seperempat dan 1 kilo terasi untuk setiap gentong ukuran 100 liter.

Fermentasi hanya membutuhkan waktu selama satu Minggu, setiap satu gentonng mampu menghasilkan 2 jerigen ukuran 35 liter untuk pupuk nabati cair. Dan pola penggunaannya juga mencampurkan setiap satu gelas pupuk nabati cair yang telah diproses Fernentasi dengan 10 liter air yang langsung bisa disiramkan kepada berbagai jenis tanaman.

Dalam hal ini, petani sudah mampu menghemat seridaknya 50 persen biaya produksi pertanian. Karena, diakui Romadon saat ini hampir semua harga pupuk selalu mengalami peningkatan. Sementara penghasilan pertanian banyak yang merosot. Mulai dari harga sawit, hingga hasil lahan persawahan yang kurang maksimal akibat minimnya sarana pertanian untuk menjangkau masa tanam sampai 3 kali dalam setahun.

“Kalau lahan sawah kami hanya sekali dalam setahun,” ujarnya. Romadon menjelaskan, temuan pembuatan pupuk nabati cair ini juga didapat dari pelatihan. Dan saat ini, sudah 80 persen petani didesanya menggunakan sistem pupuk nabati cair untuk mengatasi biaya pembelian pupuk asal pabrikan yang banyak tidak terjangkau dengan petani saat ini. Dan ke depan, hal ini akan coba dimasukkan dalam agenda pemberdayaan masyarakat petani untuk mengatasi kekurangan kebutuhan pupuk pertanian khususnya yang ada di Desa Srikuncoro.(vla)

Berita Lainnya

Sistem Zonasi Harus Didukung Kualitas Guru

BENTENG – Bupati Benteng, Dr. H. Ferry Ramli SH, MH mengingatkan Dinas Dikpora Benteng agar ...