Kamis , 27 Juni 2019
Home / Daerah / Mukomuko / Segerakan Pembaharuan Status TWA dan CA

Segerakan Pembaharuan Status TWA dan CA

PERI/RB
TWA DAN CA: Sejumlah tokoh masyarakat saat menghadiri pemaparan soal TWA dan CA dari BKSDA Bengkulu di Mukomuko.

MUKOMUKO – Pemkab Mukomuko berharap Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu secepatnya memperharui status taman wisata alam (TWA) dan cagar alam (CA) di Mukomuko. Pemkab Mukomuko sekarang, tengah meninjau kembali Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW). Dengan adanya status baru, perubahan data dan lain terkait TWA dan CA bisa jadi bahan Pemkab Mukomuko menyurun peta wilayah dan pemanfaatannya.

“Kita sedang tinjau kembali RTRW. Ini sebagai bahan dalam peta kita, dijadikan suatu dokumen. Bagaimana sebenarnya, sehingga bisa disiapkan dalam Perda RTRW yang ditinjau kembali,” kata Sekda Mukomuko, Drs. H. Marjohan.

Ini lantaran TWA dan CA bukan kewenangan pemkab. Sehingga dia sangat menunggu, penyelesaian secepatnya terkait status dan luas TWA serta CA. dai berharap BKSDA dalam mengevaluasi TWA dan CA memperhatikan kondisi di lapangan terkini. Serta faktor lain, seperti penyempitan kawasan TWA dan CA akibat abrasi. Dipastikan, luas TWA dan CA tidak seperti dulu.

Kemudian faktor lain yang harus jadi pertimbangan, pertumbuhan penduduk yang kiat pesan. Sedangkan lahan kosong yang tersedia, minim. Belum lagi adanya geliat ekonomi di kawasan, yang berasal dari usaha pariwisata.

“Abrasi jelas menyempitkan TWA maupun CA. Yang luasannya tidak sama lagi dengan data diawal. Kita tidak menutup mata dengan perkembangan penduduk di beberapa kawasan. Mengingat TWA ini bukan kewenangan Pemkab, kami juga menunggu hasil,” kata Marjohan.

Lebih lanjut Majorhan menyampaikan, perubahan soal TWA dan CA memang sudah sangat diharapkan. Dan pihaknya telah beberapa kali melayangkan surat ke sejumlah instansi terkait. Menurutnya, khususnya TWA, jika benar-benar tidak dapat diturunkan statusnya. Paling tidak, TWA bisa difungsikan untuk masyarakat. Khususnya dalam usaha pariwisata.

“Karena perkembangan Kabupaten sekarang ini. Kita sudah dituntut pengembangan dari sektor pariwisata. Terlebih saat sekarang sawait masih cukup melemah. Pemkab berpikir, selain sawit, apa yang bisa digerakkan. Termasuk kemungkinan pariwisata dikembangkan,” demikian Marjohan.(hue)

Berita Lainnya

Dinkes Akan Bangun Gedung Kedaruratan

MUKOMUKO – Dana Rp 1,3 miliar dikucurkan untuk membangun gedung sentral informasi penanganan kedaruratan. Dananya ...

error: Content is protected !!