Jumat , 19 Juli 2019
Home / Daerah / Mukomuko / 2018, Penderita HIV di MM Tak Bertambah

2018, Penderita HIV di MM Tak Bertambah

MUKOMUKO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Mukomuko mengklaim bahwa tahun 2018 ini, tak ada warga Kabupaten Mukomuko terjangkit penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). Jadi,

jumlah terduga HIV/AIDS hanya 20 orang. Itu semua dari hasil pendataan tahun 2017.

“Masih 20 orang yang positif tersangka HIV/AIDS. Kalau tahun 2018, tidak ada penambahan pengidap HIV,’’ jelas Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P3) Dinas Kesehatan (Dinkes) Mukomuko, Nen Widiyarti, SKM.

Kepastian tidak ada warga yang terdeteksi, ini setelah dilakukan pemeriksaan 100 warga di Kabupaten Mukomuko. Pengecekan secara umum tersebut, lebih banyak menyasar kaum perempuan. Pemeriksaan tersesbut dilakukan secara gratis, karena sudah diprogramkan pemerintah.

Diakui Widiyarti, kesadaran masyarakat untuk mengecek kemungkinan ia terkena HIV/AIDS sangat rendah. Padahal pemeriksaan tersebut gratis. Tak hanya itu data setiap warga yang datang memeriksakan diri dijamin dilindungi dan tak diketahui orang lain. ‘’Kita berikan pelayanan gratis, dan data yang bersangkutan dilindungi,’’ jelas Widiyarti.

Bagi warga yang sudah terkena HIV/AIDS, Dinkes melalui petugas, terus melakukan penanganan. Dengan memberikan obat secara rutin, tanpa dikenakan biaya. ‘’Untuk yang sudah tersangka diberikan obat rutin secara gratis,’’ imbuhnya.

Ditambahkan, sampai sekarang belum ada anak-anak yang terdeteksi terkena penyakit HIV. Sedangkan perempuan yang terkena penyakit tersebut, rata-rata usia antara 35-45 tahun. Dalam artian masih dalam usia produktif.

“Soal HIV/AIDS ini, yang menjadi tersangka itu memang dirahasiakan, sesuai dengan ketentuan. Tidak diungkap ke publik,” tegas Widiyarti.

Lebih lanjut dikatakannya, dari pendataan di lapangan dinyakini HIV/AIDS tersebut datang dari luar Kabupaten Mukomuko. Bisa bersumber dari kabupaten dan kota lain di Provinsi Bengkulu, bahkan dari luar Bengkulu.

Apalagi untuk Mukomuko yang berbatasan langsung dengan provinsi lain yang punya akses pelabuhan internasional dan lainnya. “Umumnya datang dari luar Mukomuko. Tapi yang penting bagaimana sama-sama mencegah dan membantu yang sudah terkena, bisa sembuh,” ujar Widyarti.(hue)

Berita Lainnya

Batal Datangkan UAS

MUKOMUKO –Dipastikan Pemkab Mukomuko batal datangkan Ustadz Abdul Somad, Lc, MA (UAS) untuk mengisi Tabligh ...

error: Content is protected !!