Jumat , 6 Desember 2019
Home / Daerah / Curup Pos / Cuaca Ekstrem, Kualitas Gula Aren Menurun

Cuaca Ekstrem, Kualitas Gula Aren Menurun

CURUP – Kondisi cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini di beberapa wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Rejang Lebong (RL) cukup mempengaruhi kondisi ekonomi masyarakat. Salah satunya bagi petani gula aren di Kabupaten RL. Dimana cuaca ekstrem berpengaruh pada produksi gula aren mereka yang diproduksi setiap hari.

Seperti yang disebutkan salah satu petani gula aren wilayah Kecamatan Sindang Kelingi Sandyan. Dampak dari cuaca ekstrem tersebut, kualitas air nira sedikit menjadi asam dan berpengaruh pada gula aren yang diproduksi. ‘’Cuaca ekstrem dan tidak menentu saat ini sangat mempengaruhi produksi gula aren kami,’’ kata Sandyan.

Air nira yang dihasilkan dari batang pohon aren yang mereka sadap saat musim hujan, sambung Sandyan, banyak mengandung air yang jika dijadikan gula aren akan menyusut dari produksi hari biasanya. Jadi bukan hanya kualitas rasa, tapi jumlah produksi setiap hari ikut menurun jumlahnya. ‘’Karena selain air niranya yang berkurang, terkadang kondisi angin kencang juga membuat petani merugi lantaran banyak air nira yang ditampung tumpah,’’ kata Sandyan.

Hampir senada, Suparman (51) perajin gula aren yang ada di Desa Air Meles Atas Kecamatan Selupu Rejang mengakui, meskipun kondisi saat ini banyak petani yang produksinya menurun, namun untuk harga jual mereka tetap stabil. Diana untuk gula aren batok harga per kilogram kisaran Rp 14.000.

‘’Untuk wilayah kita di Desa Air Meles Atas, total produksi seluruh bisa mencapai lima ton setiap hari. Untuk harga saat ini masih stabil diangka Rp 14.000 per kilogram. Gula yang diproduksi tidak hanya dijual di Rejang Lebong, tapi sampai ke luar daerah dan luar provinsi Bengkulu,’’ imbuh Suparman.(dtk)

Berita Lainnya

Pengenalan Program ITF, Wakil Bupati Iqbal Minta Guru Manfaatkan Peluang

CURUP – Wakil Bupati (Wabup) Rejang Lebong (RL) H. Iqbal Bastari, S.Pd, MM meminta para ...