Rabu , 27 Maret 2019
Home / Daerah / Bengkulu Selatan / Gara-gara Tuak, Dianiaya

Gara-gara Tuak, Dianiaya

PASAR MANNA – Minuman keras (miras) jenis tuak kembali menjadi penyebab tindak pidana kriminalitas. Kali ini korbannya Ramardin (17) pelajar kelas 3 SMA warga Jalan Awaluddin Kecamatan Pasar Manna. Ramardin menjadi korban penganiayaan akibat ketersinggungan karena dalam pengaruh miras.

Kapolres BS AKBP. Rudy Purnomo, S.IK, MH melalui Kasat Reskrim AKP. Enggarsah Alimbaldi, SH, S.IK didampingi Kanit Pidum Ipda. Priyanto menerangkan laporan kasus penganiayaan dengan korban Ramardin dengan TKP warung tuak di belakang eks kolam renang Pasar Bawah, masih dalam penyelidikan. Peristiwa tersebut terjadi Rabu dini hari (26/12) sekitar pukul 01.00 WIB. Korban dan pelaku sama-sama merupakan pengunjung warung tuak.

Menurut korban penganiayaan tersebut berawal dari ketersinggungan pelaku yang dalam kondisi mabuk pengaruh minuman tuak. Akibat penganiayaan tersebut, lanjut kanit, korban mengalami luka memar pada bagian kepala. “Sama-sama dalam kondisi mabuk. Pelaku tersinggung lalu dengan korban terlibat adu fisik. Korban ditarik keluar, dan kepalanya dipukuli dengan pelaku menggunakan tangan,” beber kanit.

Kanit menambahkan saat ini pelaku masih dalam pengejaran polisi. Pelaku sendiri terancam dijerat pasal dengan pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama 2 tahun lebih. Untuk mengantisipasi hal serupa terulang diharapkan peran masyarakat dalam pemberantasan tuak dalam wilayah BS. Lantaran dampak dari minuman tuak ini sendiri dapat memicu tindak kriminalitas. “Tidak hanya penganiayaan tapi juga kejahatan lainnya, seperti pencurian dan asusila. Karena itu mari kita bersama menjaga kamtibmas untuk menekan angka kriminalitas,” imbuh kanit.(key)

Berita Lainnya

Plt Bupati Gusnan Berharap Pemda Bengkulu Selatan Raih Opini WTP

KOTA MANNA – Plt. Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi SE, MM menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah ...

error: Content is protected !!