Wednesday , 23 January 2019
Home / Breaking News / Gembira di Hari Suci Galungan

Gembira di Hari Suci Galungan

SHANDY/RB
GALUNGAN: Umat Hindu Bali di BU saat merayakan Hari Suci Galungan Kemarin

ARGA MAKMUR – Masyarakat Hindu Bali yang ada di Bengkulu Utara (BU) menggelar perayaan Hari Raya Galungan. Mereka berkumpul di Pura di Desa Rama Agung untuk merayakan Hari Suci Galungan yang dirayakan 10 hari sejak 26 Desember kemarin sesuai penghitungan kalender Bali.

Sejak pagi masyarakat Hindu Bali sudah berbondong-bondong mendatangi Pura Dharma Yatra di Desa Rama Agung Arga Makmur. Mereka datang dengan menggunakan pakaian Khas Bali lengkap dengan topi dan pernak-pernik lain seperti beras yang menempel di kepala dan lainya.

Sedangkan kaum perempuan datang bukan hanya mengenakan pakaian adat, mereka juga membawa bahan makanan dengan wadah bambu ke Pura untuk didoakan. Mereka datang dengan wajah gembira merayakan hari suci Galungan. Sedangkan di Pura juga sudah nampak dihias sedemikian rupa lengkap dengan janur dihias di depan pura. Termasuk mobil-mobil masyarakat yang juga melengkapi dengan janur tanda ibadah.

Hari Galungan memiliki cerita tersendiri bagi masyarakat Hindu Bali, termasuk yang sudah menetap di BU.  26 Desember diperingati dengan kemenangan Bhatara Indra atas Mayadenawa. Mayadenawa sendiri dikenal dengan sosok yang jahat yang melarang masyarakat Hindu Bali melakukan sembahyang di Pura dan meminta masyarakat menyembahnya. Memperingati Hari Raya Galungan kemarin  masyarakat berbondong-bondong datang untuk berdoa bersama di Pura.

Ketua Parisade Hindu Dharma Indonesia (PHDI) BU Nyoman Karwiyanto menuturkan jika acara kemarin dimulai dengan berdoa bersama. Sekaligus mengumpulkan semua makanan yang dibawa masyarakat untuk didoakan dan dipulangkan kembali.

Selain berdoa bersama juga digelar berbagai perlombaan untuk anak-anak. BU sendiri memiliki lima banjar adat Hindu Bali masing-masing Banjar adat Rama Agung, Kuro Tidur, Tanjung Raman dan Dua Banjar di Desa Sumber Agung. “Untuk kegiatan perlombaan dan kemeriahan lainnya, juga dilakukan di masing-masing banjar,” katanya.

Di BU sendiri terdapat lebih dari 3.000 jiwa masyarakat Hindu Bali dan terhitung lebih dari 7.000 Kepala Keluarga. Mayoritas mereka tersebar di Desa Rama Agung, Kuro Tidur, Tanjung Raman dan Sumber Agung. “Masyarakat Hindu Bali juga berbaur dan berdampingan dengan masyarakat pemeluk agama lainnya dan beribadah dengan nyaman,” kata Karwiyanto.  Dengan peringatan Hari Suci Galungan ini masyarakat Hindu Bali berharap untuk menuju hidup lebih bersih lagi. Serta lebih mendekatkan diri pada sang pencipta melalui sembahyang dan bedoa. “Kita juga berdoa melalui hari suci galungan ini kita bisa lebih baik lagi dibandingkan sebelumnya,” pungkas Nyoman. (qia)

Berita Lainnya

Camat Pimpin Warga Demo di Polres Desak Bebaskan Kades

ARGA MAKMUR– Setelah dua malam mendekam di sel Mapolres Bengkulu Utara, Selasa (22/1) malam pukul ...