Rabu , 19 Juni 2019
Home / Daerah / Bengkulu Tengah / Perda TBS Batal Terbit

Perda TBS Batal Terbit

BENTENG – Perda Tanda Buah Sawit (TBS) yang diharapkan selesai akhir tahun ini, tertunda hingga tahun depan. Komisi II yang sebelumnya gencar melakukan upaya penerbitan perda masih menemui kendala. Harga TBS idealnya adalah Rp 1.300 per kilogram yang akan diatur melalui perda.

Sementara sampai saat ini, belum ada harga yang menyentuh di angka tersebut,

dan cenderung di bawah Rp 1.000 per kg. “Kendalanya menjelang tutup tahun ini, Pergub terkait TBS dari provinsi belum juga kelar,” terang Ketua Komisi II, Marlon Purba SE.

Menurut Marlon, Perda TBS ini utamanya untuk mengkoordinir harga TBS terutama di tingkat petani dan lebih mendahulukan petani sawit asal Benteng untuk perusahaan yang menerima TBS. “Selama ini, petani sawit Benteng kurang terakomodir untuk menjual sawitnya ke perusahaan CPO,” ujarnya.

Marlon juga mengatakan, meskipun tahun ini tertunda, namun hal ini secepatnya akan dibahas. Terutama untuk buah sawit asal petani Benteng diupayakan untuk bisa masuk langsung ke pabrik CPO tanpa melalui para tengkulak. Karena, selama ini permainan terjadi dilakukan oleh tengkulak nakal, yang selalu mempermainkan harga TBS di tingkat petani. Terutama untuk kejadian antrean panjang beberapa waktu lalu, petani harus menerima pengurangan per kilogram sebesar Rp 100 untuk satu hari antrean.

Sementara untuk para tengkulak harga TBS yang masuk ke perusahaan CPO yang ada di Benteng tidak ada pengurangan sama sekali. “Ini jelas sekali petani yang menanggung resiko sendiri,” katanya.

Sementara itu, Humas PT. Bio Nusantara Teknologi, Ramsan menjelaskan pihaknya tidak pernah menurunkan harga TBS tanpa alasan yang jelas. Antrean panjang beberapa waktu lalu, dikarenakan persediaan CPO yang masih banyak di kilang yang ada di perusahaan belum terjual. Sehingga penampungan untuk yang lain tidak ada. Imbasnya terpaksa penerimaan TBS yang masuk ke perusahaan juga dibatasi.

Namun, saat ini tidak terjadi lagi, karena pasaran untuk CPO di pasar internasional sudah normal kembali. “Tidak ada lagi antrean panjang CPO di PT. Bio,” terangnya.(vla)

Berita Lainnya

Anggaran Pilkades Kuras APBD Rp 600 Juta

BENTENG – Pemkab Benteng melalui Bagian Pemerintahan telah menyiapkan anggaran senilai Rp 600 juta untuk ...

error: Content is protected !!