Jumat , 22 Maret 2019
Home / Breaking News / Trauma Tsunami, Warga Pesisir Mengungsi

Trauma Tsunami, Warga Pesisir Mengungsi

MENGUNGSI: Polsek Kaur Selatan saat memantau warga yang mengungsi karena cuaca buruk di Kaur.

KOTA BINTUHAN – Beberapa warga pesisir di wilayah Kabupaten Kaur dua malam ini sempat tidak nyenyak tidur. Bahkan pada Selasa malam hingga Rabu dini hari kemarin (26/12) banyak warga yang takut tinggal di rumah. Sebagian besar pergi meninggalkan rumah dan tidur ditempat saudara yang cukup jauh dari pantai.

Apalagi sejak Selasa sore hingga dini hari, hujan di sertai badai terus melanda Kaur. Permukaan air laut yang naik, membuat warga trauma akan kejadian tsunami seperti di Banten dan Lampung. Sehingga banyak warga yang tinggal di pesisir seperti di Desa Pasar Lama dan Desa Pengubaian yang mengungsi.

“Banyak yang ke rumah saya malam tadi, bahkan mereka tidak ingin pulang karena takut terjadi tsunami. Apa lagi cuaca mendukung dan ombak tinggi saat ini membuat warga takut. Namun subuh tadi (kemarin red) mereka sudah berani pulang,” kata Kulman warga Padang Kempas kemarin.

Kapolsek Kaur Selatan, Iptu. Surya R Purnama, kepada RB membenarkan kalau malam kejadian badai dan angin kencang banyak warga di pesisir pantai yang meninggalkan rumah. Mareka sengaja mengungsi karena takut, mendapatkan informasi tersebut. Pihak Polsek Kaur Selatan langsung ke lapangan dan menghimbau warga untuk tidak meninggalkan rumah.

Kapolsek Kaur Selatan dan jajarannya pun juga rutin melakukan patroli di sekitar desa yang banyak warga mengungsi. Hal ini dilakkan agar tidak dimanfaatkan oknum yang ingin melakukan pencurian dan sebagainya. “Sudah banyak warga mengungsi dan kita himbau untuk pulang semua. Tadi pagi (kemarin red) mereka sudah banyak yang pulang. Apa lagi hujan badai sudah tidak terjai lagi. Namun warga tetap diminta waspada,” kata Kapolsek Kaur Selatan.

Sementara itu terkait dengan kondisi alam Kaur yang saat ini terjadi BPBD Kaur menghimbau warga untuk tetap tenang dan kembali ke rumah. Karena berdasarkan surat himbauan dari BMKG Bengkulu menyangkal berita beredar termasuk adanya gempa bumi yang berpotensi tsunami.

“Kita sudah mendapat imbauan dari BMKG bahwa akan ada gempa dn tsunami tidak benar. Namun kita tetap mengimbau warga untuk waspada, terutama yang tinggal di pesisir pantai,” kata Kepala BPBD Kaur Ujang Saferi. (cik)

Berita Lainnya

Masih Banyak Wajib Pajak Belum Laporkan SPT

CURUP –  Jelang batas akhir masa penyampaian , masih banyak wajib pajak (WP) belum melaporkan SPT ...