Wednesday , 23 January 2019
Home / Breaking News / Bebas Bersyarat, Junaidi Hamsyah Bertemu Rohidin

Bebas Bersyarat, Junaidi Hamsyah Bertemu Rohidin

CENGKRAMA: Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah bersilaturahmi dengan mantan Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah yang baru saja menyelesaikan masa hukumannya.

BENGKULU – Mantan Gubernur Bengkulu, Ustad Junaidi Hamsyah (UJH) sudah menyelesaikan hukumannya di Rumah Tahanan (Rutan) Malabero. UJH sebelumnya divonis oleh hakim Pengadilan Negeri Bengkulu 1  tahun 7 bulan penjara akibat tersangkut kasus korupsi uang pembina Rumah Sakit M. Yunus Bengkulu.

Namun JPU mengajukan banding sehingga diputuskan hukuman yang berkekuatan hukum tetap selama 2 tahun penjara. Setelah menghirup udara segar, mantan Gubernur Bengkulu ini langsung mendapat tamu istimewa yakni Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.  Mantan Gubernur Bengkulu ini berbagi pengalaman dengan Rohidin. Dalam pertemuan tersebut kata Rohidin, UJH menyampaikan setiap peristiwa adalah ujian yang harus dilalui dengan tabah.

Pengalaman pahit harus menjadi pelajaran.  “Beliau berbagi cerita tentang pengalamannya,” kata Rohidin. Menurut Rohidin, UJH merupakan seniornya. UJH yang biasa secara jenaka menyampaikan pesan moral menimbulkan kerinduan bagi Rohidin dan juga masyarakat Bengkulu. “Beliau ini senor saya. Jadi ada kedekatan emosional. Alhamdulillah kini siap berbaur bersama kita masyarakat Bengkulu yang tentu merindukan UJH,” tutur Rohidin.

Dalam kesempatan itu juga UJH yang merupakan gubernur pendahulu Ridwan Mukti-Rohidin Mersyah mengungkapkan siap berperan membangun Bengkulu. “Siap terus berperan jika memang dibutuhkan. Saya kira kita tak bisa diam diri dengan status Bengkulu yang tertinggal. Kita sejajarkan dengan provinsi lain. Dan kita semua bekerjasama,” kata UJH.

Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Bengkulu Ilham Djaya membenarkan kalau Junaidi sudah bebas. Junaidi sudah menyelesaikan masa hukumannya. Dia menjalani masa hukuman 1 tahun empat bulan dan 17 hari di Rutan Malabero. “Ya beliau sudah bebas,” katanya.

Dia menjelaskan kalau UJH dibebaskan dengan SK pembebasan bersyarat nomor PAS-851.PK.01.04.06 tahun 2018tertanggal 26 November 2018. Usulan pembebasan bersyarat sudah diajukan sejak tanggal 18 Agustus 2018 lalu. Junaidi Hamsyah sendiri ditahan sejak tanggal 12 Juli 2017. Dengan lama masa hukuman 2 tahun. Tanggal bebas awal seharusnya adalah 12 Juli 2019. Sedangkan jumlah remisi 2 bulan 15 hari. Tanggal bebas akhir 28 April 2019. Denda yang dibebankan pada Junaidi Rp 50 juta subsidair 1 bulan kurungan. Sedangkan pengganti kerugian Negara Rp 32,40 juta. “Dia dibebaskan bersyarat,” terangnya

Berdasarkan sidang tim pengamat pemasyarakatan (TPP) Dikretorat Jendral Pemasyarakatan yang bersidang 11 Oktober 2018 lalu memutuskan tanggal pelaksanaan pembebasan bersyarat UJH dilakukan 27 Desember 2018. Masa percobaan pembebasan bersyarat ini akan berakhir 28 April 2020. Selama pembebasan bersyarat itu menunjuk tempat kediaman UJH di Jalan Delima RT 008 RW 002 Kelurahan Bumi Ayu Kecamatan Selebar Kota Bengkulu.  “Sekarang sudah mulai bebas,” ujarnya.

Dia menjelaskan, kalau UJH sudah mulai mengikuti program asimilasi mulai 4 Desember sampai 26 Desember 2018 di Pondok Pesantren pancasila. Dalam artian tidak Tanggal 27 Desember UJH terhitung sudah bebas. “Per hari ini (27 Desember, red) dia sudah bebas,” terangnya.

Junaidi Hamsyah tersangkut kasus ini lantaran menandatangani surat keputusan (SK) Gubernur nomor Z 17 XXXVIII tahun 2011 tentang Tim Pembina Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah dr. M. Yunus. SK tersebut ternyata bertentangan dengan Permendagri nomor 61 tahun 2007 tentang Dewan Pengawas. Berdasarkan Permandagri itu RSMY sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tidak mengenal tim pembina. Kemudian JPU melakukan banding sehingga dijatuhi hukuman 2,4 tahun penjara.(del)

Berita Lainnya

Camat Pimpin Warga Demo di Polres Desak Bebaskan Kades

ARGA MAKMUR– Setelah dua malam mendekam di sel Mapolres Bengkulu Utara, Selasa (22/1) malam pukul ...