Sabtu , 21 September 2019
Home / Metropolis / Lapak Relokasi Bebas Pungutan

Lapak Relokasi Bebas Pungutan

HASRUL/RB
BAHAS PTM: Hearing Komisi III DPRD Kota Bengkulu bersama dengan para pedagang dan pengelola PTM, Kamis (27/12) siang.

BENGKULU – Konsentrasi Komisi III DPRD Kota Bengkulu masih tertuju pada penyelesaian keluhan para pedagang Pasar Tradisional Modern (PTM) Pasar Minggu pasca kebakaran pada Jumat (14/12) lalu. Muncul permasalahan berkaitan dengan relokasi sementara para pedagang yang kiosnya ludes dilalap api.

Setelah melakukan peninjauan ke lokasi kejadian, kemarin (27/12) dilakukan pembahasan, mengundang perwakilan pedagang PTM, pengelola PTM, Dinas Perdagangan, dan PDAM Kota Bengkulu. Dari pembahasan diketahui jika para pedagang menyampaikan beberapa keluhan berkenaan dengan penanganan pasca kebakaran.

Diantaranya, pasca terbakar para pedagang masih kebingungan mengenai lokasi berjualan sementara. Beberapa diantaranya menggunakan halaman parkir PTM untuk berjualan. Menurut pedagang, berjualan sangat penting karena memang menyangkut hajat hidup dan ekonomi keluarga mereka.

Selain itu, aspirasi pedagang yang disampaikan perwakilan pedagang dari Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Provinsi Bengkulu, Marwandi menyampaikan jika pedagang harus direlokasi sementara sampai dengan proses perbaikan bangunan PTM selesai dikerjakan.

“Kemudian, para pedagang juga berharap agar dalam relokasi sementara ini pengelola tidak memungut biaya apapun, termasuk biaya lapak. Sangat manusiawi sekali jika dibebaskan dari semua biaya ini,” kata Marwandi.

Para pedagang juga meminta agar dalam perbaikan yang dilakukan oleh pengelola PTM tersebut dapat dilakukan dengan cepat dan pedagang meminta agar perbaikan dapat diselesaikan sebelum bulan Ramadan tahun 2019 mendatang.

Hearing dipimpin langsung Waka II DPRD Kota, Teuku Zulkarnain, Ketua Komisi III, Sudisman beserta dengan anggota Ronny Tobing, Ketman, dan Suimi Fales. Kemudian hadir pula Kadisperindag Kota, Dewi Dharma dan dari pengelola PTM, Zulkifli Ishak beserta dengan rombongan.

Menanggapi pernyataan perwakilan pedagang itu, Zulkifli menjelaskan, rencana relokasi sudah mereka persiapkan di bagian lantai dasar PTM yang memang pada saat kejadian tidak terbakar. Jumlahnya mencapai 150 lapak. “Rencananya ada juga di atas namun pedagang agar berat karena jika diatas takut sepi pembeli, makanya akan kita maksimalkan yang dibawah (PTM,red),” jelas Zulkifli.

Kendati demikian, kata dia, untuk bisa dilakukan relokasi juga masih tetap menunggu hasil uji kelaikan dari Balai Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang seyogyanya kemarin (27/12) selesai, namun pihak PTM baru dapat konfirmasi bahwa hasilnya belum ada. “Harus menunggu itu dulu karena juga bagian bawah juga bagian dari gedung PTM juga,” jelasnya.

Ketua Komisi II, Sudisman meminta agar pengelola PTM tidak melalukan pemungutan biaya lapak relokasi tersebut. Menurutnya, tidak wajar memungut dari para pedagang yang notabene adalah korban dari kebakaran tersebut. “Kami dari dewan meminta betul agar pihak pengelola tidak melakukan pemungutan biaya lapak relokasi sementara itu, ataupun pungutan biaya-biaya lainnya,” kata Sudisman.(zie)

Berita Lainnya

Dewan Setuju Gaji Honorer Naik

BENGKULU – Ketua sementara  DPRD Kota Bengkulu, Suprianto, S.IP mendukung rencana untuk menaikkan gaji honorer ...

error: Content is protected !!