Senin , 27 Mei 2019
Home / Daerah / Kepahiang / Soal Pesta Malam, Harus Dibuat Perda

Soal Pesta Malam, Harus Dibuat Perda

ARIE/RB
LAPORAN: Juru Bicara Pansus II, Edwar Samsi, SP, M.Si menyerahkan laporan pansus kepada Bupati Kepahiang dan Ketua DPRD Kepahiang dalam rapat paripurna, Kamis (27/12).

KEPAHIANG – Peraturan mengenai larangan melaksanakan pesta pada malam hari bisa segera dibuat dalam bentuk peraturan daerah (perda). Hal ini disampaikan Juru Bicara Pansus II, Edwar Samsi, SP, M.Si dalam rapat paripurna yang digelar di gedung DPRD Kepahiang, kemarin (27/12).

Menurut Edwar, penyelenggaraan pesta malam dinilai sangat sedikit manfaatnya. Hal ini terlihat dari berbagai kasus kriminalitas yang terjadi di Kepahiang belakangan, banyak berawal dari aktivitas pesta malam, seperti perkelahian, penikaman, narkoba, hingga pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

“Dalam ketentuan Raperda Ketertiban Umum, ada poin yang membahas soal larangan pesta malam. Kita sepakat larangan tersebut dibuat aturannya, dengan tetap menjaga budaya dan adat istiadat masyarakat kita di Kabupaten Kepahiang,” ungkap Edwar.

Menurut politisi PDIP ini, pesta malam adalah pesta yang dilaksanakan pada malam hari, yang merupakan bagian dari hajatan pribadi, badan, instansi, adat istiadat atau kelompok masyarakat. Pesta malam ini biasanya berkaitan dengan acara keluarga atau acara pernikahan, khitanan, dan acara komersil dengan fasilitas hiburan.

“Melalui Raperda ini yang kita harapkan bisa segera menjadi Perda, jelas telah mengatur bahwa setiap orang, kelompok, badan dan instansi, termasuk acara organ tunggal di rumah dinas bupati, yang dilaksanakan pada malam hari, itu tidak boleh dilaksanakan. Dan kita semua harus komitmen dengan aturan ini nantinya,” terang Edwar.

Kendati demikian, ada beberapa kegiatan yang dilakukan pada malam hari yang tidak dilarang dalam raperda tersebut, seperti pesta kenegaraan, keagamaan, adat istiadat, dan budaya. Misalnya kegiatan wayang kulit, kasidahan, pengajian, sarafal anam, dan kegiatan keagamaan tetap boleh dilaksanakan pada malam hari, karena sudah diatur dalam perundang-undangan.

“Kecuali kegiatan adat dan keagamaan, serta kenegaraan boleh dilaksanakan di malam hari. Dan itu pun tentu ada batasan waktu pelaksanaannya. Untuk itu kita berharap agar aturan ini bisa segera ada payung hukum,” harapnya.(sly)

Berita Lainnya

Jalan Lintas Sumatera Rusak

KEPAHIANG – Jelang arus mudik lebaran, beberapa titik jalan lintas Sumatera di Kabupaten Kepahiang rusak ...

error: Content is protected !!