Jumat , 26 April 2019
Home / Metropolis / 1500 Honorer “Dirumahkan”

1500 Honorer “Dirumahkan”

BENGKULU – Sebanyak 1.500 tenaga pegawai tidak tetap (PTT) atau honorer di wilayah kerja Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu terhitung 31 Desember 2018 akan dirumahkan alias putus kontrak. Hingga kemarin (28/12), belum ada kepastian kapan perekrutan akan dilakukan kembali oleh Pemkot Bengkulu.

Hal ini mendapat keluhan dari sejumlah tenaga honorer yang bekerja ditiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). “Terhitung tanggal 31 Desember nanti kita sudah tidak bekerja lagi. Namun kita sampai saat ini belum mendapatkan kabar apakah ada perekrutan ulang lagi berupa tes seleksi seperti tahun dulu lagi? Sebab kami belum menerima pengumuman dari Kepala Dinas. Inilah  yang masih membingungkan kami,” keluh Hj (32) salahsatu honorer di OPD.

Sementara beberapa para honorer di lingkungan Pemkot lainnya saat ditemui mengaku mereka harap-harap cemas lantaran khawatir tidak dipekerjakan lagi sebagai tenaga honorer tersebut. “Kalau sekarang wajar saya ini cemas. Karena saya ini sudah bekerja 4 tahun l. Sementara tanggal 31 Desember kami tidak bekerja lagi, apalagi tidak adil kalau seperti saya ini nantinya diganti dengan pegawai yang baru. Karena saya ini sudah bekerluarga susah cari pekerjaan saat ini,” kata salah satu honorer Pemkot berinisial Jn.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) Kota Bengkulu, Drs. Bujang HR, MM membenarkan, bahwa memang terhitung tanggal 31 Desember mendatang batas kontrak kerja sesuai Surat Perintah Tugas (SPT). Terkait soal uji kompetensi sejumlah tenaga PTT atau honorer di wilayah kerja Pemkot Bengkulu masih menunggu petunjuk lebih lanjut.

“Kalau untuk tenaga cleaning servis, driver (sopir), dan penjaga pintu air itu tetap dipekerjakan. Sementara untuk honorer bagian umum di sejumlah OPD itu tergantung petunjuk nantinya, termasuk dimasing-masing OPD itu apakah mereka diperkejakan lagi atau tidak. Jadi nunggu petunjuk selanjutnya,” bebernya.

Sementara itu Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bengkulu, Hamsi, AMd mengatakan, sebaiknya Pemkot segera mengumumkan kepastian nasib tenaga honorer tersebut. Mengingat mereka butuh kepastian, lantaran itu merupakan satu-satunya pekerjaan mereka. “Walaupun kontrak mereka habis terhirtung tanggal 31 Desember nanti, namun pemkot harus sampaikan apakah ada seleksi ulang atau tidak. Karena kasian dengan mereka menunggu terlalu lama, apalagi kerja sebagai honorer itu menjadi kebutuhan hidup mereka. Sebaiknya pemkot segera umumkan kepastian itu,” terang Hamsi.(new)

Berita Lainnya

Jual Miras Harus Setor Rp 50 Juta

BENGKULU – Pemkot Bengkulu menunjukkan keseriusannya dalam rangka mengendalikan dan mengawasi peredaran minuman beralkohol atau ...

error: Content is protected !!