Wednesday , 23 January 2019
Home / Daerah / Bengkulu Utara / Masih Ada Pengembang Belum Bayar BPHTB

Masih Ada Pengembang Belum Bayar BPHTB

ARGA MAKMUR – Bengkulu Utara (BU) kini tengah gencar pengembangan bisnis properti atau perumahan dengan jumlah hampir 700 unit di wilayah BU tahun ini. Mereka juga wajib membayar Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) baik itu yang dibebankan oleh pembeli ataupun sudah masuk dalam harga penjualan perumahan.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) BU, Sugeng, SE menuturkan, saat ini sudah terkumpul sekitar Rp 300 juta yang sebagian besar dari pengusaha properti. Namun pembayaran itu tidak melalui Bapenda melainkan langsung disetorkan ke kas dearah.

“Karena BPHTB masuk dalam biaya notaris dalam akad kredit. Jadi biasanya disetorkan langsung ke Kasda dan kita hanya mendapatkan laporan dana yang masuk sebagai BPHTB,” terangnya, kemarin (28/12).

Namun ia mengakui jika masih ada perumahan yang belum membayarkan BPHTB. Bapenda akan mengecek apakah pembayaran BPHTB tersebut memang belum dilakukan pengembang atau memang unit perumahan tersebut belum laku dijual.

“Kita akan cek. Yang jelas dari informasi yang kita himpun tidak ada perumahan tersebut dijual di bawah Rp 60 juta. Sedangkan harga di atas Rp 60 juta sudah wajib membayar BPHTB,” ujar Sugeng.

Selama ini, BPHTB biasanya dibayar oleh perusahaan-perusahaan yang melakukan pembebasan atau pembelian lahan. Sebelumnya adalah bangunan pemerintah yang pembebasannya di atas Rp 60 juta.

“Namun dengan maraknya bisnis properti tersebut, kita berharap pendapatan BPHTB juga meningkat,” pungkas Sugeng. (qia)

 

Berita Lainnya

Visum Adik Tersangka

ARGA MAKMUR – Penyidik Sat Reskrim Polres BU akan melanjutkan pemeriksaan pada Ik (17) tersangka ...