Senin , 16 September 2019
Home / Metropolis / Camat dan Lurah Bakal Uji Publik

Camat dan Lurah Bakal Uji Publik

BENGKULU- Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu terus mematangkan penyusunan struktur birokrasi pejabat di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kota. Terkhusus jabatan camat dan lurah se-Kota Bengkulu akan ada uji publik penilaian dari masyarakat. Hal ini disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) Kota Drs, Bujang, HR, MM kemarin.

“Rencananya jabatan camat dan lurah nanti akan ada uji publik masyarakat. Dan saat ini sedang kita persiapkan semuanya. Karena camat dan lurah merupakan posisi jabatan yang senteral berdekatan langsung dengan masyarakat,” kata Bujang.

Ditambahkan Bujang, perekrutan posisi jabatan camat dan lurah tersebut. Akan berlakukan dengan sistem wilayah sesuai dengan alamat tempat tinggal camat dan lurah yang bersangkutan. “Nanti masyarakat akan menilai kinerja camat dan lurah selama ini. Sebagai bahan pertimbangan evaluasi kinerja camat dan lurah setempat. Karena ini juga menjadi penilaian evaluasi posisi jabatan,” ungkapnya.

Untuk seleksi perekrutan posisi camat dan lurah, menurut Bujang, semua Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan pemerintah kota yang sudah memiliki kriteria dan sesuai pangkat nantinya berhak ikut seleksi tersebut. “Yang jelas ASN khusus kota. Jadi bila ASN itu sudah sesuai kriteria berhak ikut open rekrutmen camat ataupun lurah nantinya,” ujarnya.

Sementara terpisah Walikota Bengkulu H. Helmi Hasan mengatakan, bahwa kinerja camat dan lurah saat ini dievaluasi. “Jadi dalam enam bulan ini saya menilai camat dan lurah mana saja yang proaktif. Kita juga telah menggagas agar jabatan camat dan lurah diusulkan oleh masyarakat. Sehingga camat dan lurah benar-benar pilihan masyarakat,” terang Helmi.

Selain itu Helmi mengajak camat mengorganisir lurah-lurahnya untuk bekerja. Termasuk lurahnya demikian bagaimana mengkoordinir Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) bekerja dengan baik. “Jika camat dan lurah, RT dan RW tidak cakap terhadap rakyatnya, maka perlu dievaluasi. Ya ukurannya kebahagiaan rakyat. Kalau rakyatnya tidak bahagia untuk apa dipertahankan,” tambahnya.

Lanjut Helmi, camat dan lurah sejatinya merupakan perpanjangan tangan walikota. Untuk itu ia meminta agar camat dan lurah bekerja demi kepentingan rakyat, bukan mengajak warganya untuk membenci walikota. “Jalankan saja pekerjaan, jangan bicara keburukan. Jadi kerja saja dengan sungguh-sungguh sesuai dengan tupoksi yang ada demi kepentingan rakyat,” pungkasnya.(new)

Berita Lainnya

Rusak Parah, Mulai “Makan” Korban, Jalan Bangka Butuh Perhatian

BENGKULU – Kerusakan jalan Bangka atau biasa disebut kawasan Sentiong Kelurahan Sukamerindu, mulai dikeluhkan oleh ...

error: Content is protected !!