Jumat , 19 Juli 2019
Home / Metropolis / Gubernur Belum Tetapkan UMK

Gubernur Belum Tetapkan UMK

BENGKULU – Meski Dewan Pengupahan Kota Bengkulu beberapa waktu lalu telah memutuskan Upah Minimum Kota (UMK) 2019 di Kota Bengkulu sebesar Rp 2.200.000. Namun hingga kemarin (29/12), UMK tersebut belum kunjung ditetapkan oleh Gubernur Bengkulu, Dr. H. Rohidin Mersyah. Dari penelusuran RB, tak kunjung disahkan UMK tersebut lantaran pihak Pemerintah Kota (Pemkot) terlambat menyampaikan ke Pemda Provinsi.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Nakertrans) Kota Bengkulu, Munarwan Syaifu, SE, MPd membenarkan, jika UMK sebesar Rp. 2,2 juta yang telah disepakati oleh Dewan Pengupahan kota tersebut belum ditetapkan oleh Gubernur Bengkulu.

“Memang belum ditetapkan (UMK), sekarang masih dalam proses. Ada teman-teman kita sekarang sedang berkonsultasi ke kementerian. Karena ada keterlambatan diluar prosedur, sehingga Gubernur perlu pertimbangan. Dan kita masih berharap UMK ini segera di tetapkan oleh Gubernur,” terangnya.

Meski UMK belum ditetapkan, Munarwan memastikan sejumlah perusahaan tetap harus memberlakukan sesuai dengan ketetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang sudah ditetapkan. “Kita akui memang Kota Bengkulu dalam penyampainnya (UMK) itu sedikit terlambat. Sehubungan dengan Dewan Pengupahan kita itu baru terbentuk. Jadi di sisi lain, intinya acuan kita itu selagi UMK belum ditetapkan, sementara tetap mengacu dengan UMP,” ungkapnya.

Selain itu lanjut Munarwan, bahwa keputusan akhir UMK itu memang menjadi kewenangan Gubernur Bengkulu. Setelah ditetapkan nantinya akan segera diumumkan. Setelah ditetapkan, UMK tersebut sudah berlaku terhitung Januari 2019 mendatang. “Apabila perusahaan tidak menjalankan UMK sesuai dengan SK yang ditetapkan, maka sesuai UU Tenaga Kerja akan ada sanksi pidananya,” tegasnya.

Anggota Komisi III DPRD Kota Bengkluu, Suimi Fales mengatakan, Dewan Pengupahan kota telah memutuskan nilai UMK tersebut. Pihaknya berharap segera ada tindaklanjut kabar baik dari Gubernur yang akan menetapkan. “Karena sejumlah tenaga kerja saat ini juga butuh kepastian soal UMK itu. Apalagi disejumlah daerah sudah ditetapkan. Dan kita apreasiasi baik  UMK maupun UMP di Bengkulu ini memang sudah selayaknya naik. Mengingat harga kebutuhan pokok saat ini melambung tinggi,” jelasnya.(new)

Berita Lainnya

PUPR, Serapan Anggaran Terendah

BENGKULU – Wakil Walikota (Wawali) Dedy Wahyudi, SE, MM memimpin langsung rapat evaluasi dan pengawasan ...

error: Content is protected !!