Jumat , 20 September 2019
Home / Metropolis / Honorer Keberatan di PHK

Honorer Keberatan di PHK

BENGKULU – Jelang akhir tahun ini, para honorer di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu ketar ketir. Bahkan sebagian dari mereka pun mulai pasrah, apakah akan kembali dipekerjakan atau tidak di tahun 2019 yang akan datang.

Karena berdasarkan SK, terhitung tanggal 31 Desember 2018 masa kerja mereka akan diputus sampai kembali diterbitkannya SK baru pada Januari 2019 yang akan datang. Namun rencana Pemkot merasionalisasikan honorer terbukti nyata. Pasalnya beberapa honorer sudah menerima SK pemutusan kontrak dari kepala dinas, badan dan kantor.

“Jika habis kontrak terhitung 31 Desember bagi kami tidak  masalah. Tapi ini kami mendapatkan SK yang tidak akan diperpanjang lagi bahasanya dipecat. Jadi jelas tahun depan kami tidak mungkin bekerja lagi,” ujar Ft salah satu honorer di OPD pemkot.

Menurut Ft, dirinya sangat menyayangkan sikap Pemkot yang memecat honorer yang sudah lama bekerja tanpa ada alasan yang jelas. “Seharusnya seperti kami ini jangan dipecat. Sebab ini kerja kami satu-satunya. Kalau mau pecat honorer itu seperti honorer fiktif dan honorer yang malas kantor. Kalau seperti kami ini cuman petugas kebersihan kok malah dipecat. Kalau kami dipecat, mau makan apa anak keluarga kami,” terang Ft.

Senada disampaikan Yn honorer pemkot lainnya mengungkapkan, pihaknya sangat kecewa dengan pemkot setiap tahun kerap terjadi pemangkasan honorer kemudian dengan modus baru perekrutan honorer kembali.

“Kami setuju saja di evaluasi kinerja kami. Tapi kalau kami dipecat tanpa ada alasan yang jelas. Kemudian kami diganti dengan honorer yang baru itu jelas tidak adil. Karena mencari pekerjaan sekarang saja sudah susah, kata Yn.

Sementara itu Wakil Walikota (Wawali) Dedy Wahyudi menegaskan, saat ini sejumlah OPD dan Badan Kepegawaian masih sedang mengkaji terkait tenaga honorer tersebut.  “Kalau pemberhentiannya ada di masing OPD. Itu sudah ketentuan pada tanggal 31 Desember semua honorer sudah habis kontrak. Jadi bukan istilahnya pemecatan, karena pemkot juga akan melakukan evaluasi para honorer yang selama ini sudah bekerja,” kata Dedy

Terkait rencana pemkot akan melakukan perekrutan honorer melalui seleksi tes, menurut Dedy, pihaknya masih sedang membahas lebih dalam. Mekanisme tersebut. “Semuanya sedang dikaji dimasing-masing OPD dan Badan Kepegawaian ya kita lihat nanti,” ujar Dedy.

Sementara itu Anggota DPRD Kota Heri Ifzan mengungkapkan, pihaknya sangat menyayangkan status tenaga honorer masih belum jelas. Justru berbanding terbalik dengan program pemkot yang menciptakan lapangan tenaga kerja baru. (new)

Berita Lainnya

Dewan Setuju Gaji Honorer Naik

BENGKULU – Ketua sementara  DPRD Kota Bengkulu, Suprianto, S.IP mendukung rencana untuk menaikkan gaji honorer ...

error: Content is protected !!