Jumat , 22 Maret 2019
Home / Metropolis / Pemkot Pasang CCTv di Eks Lokalisasi

Pemkot Pasang CCTv di Eks Lokalisasi

BENGKULU – Keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu menjadikan Kecamatan Kampung Melayu menjadi kawasan kampung religius patut diapresiasi. Kawasan eks lokalisasi RT 8 yang berada di Kelurahan Sumber Jaya Kecamatan Kampung Melayu, menjadi target prioritas pemkot untuk mengawasi ketat aktivitas prostitusi terselubung di kawasan tersebut, dengan memasang CCTv dan menempatkan petugas jaga Satpol PP kota.

Wakil Walikota (Wawali), Dedy Wahyudi, SE, MM menegaskan, kawasan eks lokalisasi Pulau Baai dilarang melakukan aktivitas dunia malam dalam bentuk apapun. Pihaknya berharap warga di eks lokalisasi melakukan kegiatan positif keagamaan. “Kita juga melarang jika ada warga pendatang baru disana. Nanti kita akan cek dan awasi ketat di kawasan tersebut. Jangan sampai ada lagi aktivitas hiburan malam yang mengarah ke prostitusi,” tegas Dedy saat ditemui kemarin (29/12).

Komitmen Pemkot menjadikan Kota Bengkulu bahagia dan religius, sambung Dedy, juga harus didukung penuh seluruh elemen masyarakat. Terlebih lagi di kawasan Kampung Melayu yang telah dicanangkan sebagai kampung religi oleh Pemkot. “Untuk pengawasan disana (eks lokalisasi) bisa saja nanti akan dipasang sejumlah CCTV yang bisa monitor langsung kegiatan di kawasan tersebut. Ataupun nanti ada penempatan petugas Satpol jaga dengan sistem piket pengawasan ketat,” terang Dedy.

Selain itu lanjut Dedy, tidak hanya kawasan eks lokalisasi saja yang menjadi pengawasan ketat. Sebab menurutnya, kawasan lain yang bisa mengarah ke perbuatan maksiat akan ditertibkan menyeluruh demi Kota Bengkulu yang lebih baik. “Jika ada temuan dari masyarakat yang mengarah adanya praktek prostitusi terselubung silakan cepat melapor. Akan segera kita tindak nantinya. Apalagi hal ini menjadi pengawasan kita,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Komisi I DPRD Kota Bengkulu, Hj. Mardiyanti mengatakan, DPRD mendukung penuh program Pemkot menjadikan Kota Bengkulu yang religius. Ia berharap seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memberantas kegiatan yang mengarah ke perbuatan maksiat.

“Apalagi Perda tentang Larangan Pelacuran di Kota Bengkulu sampai saat ini belum dicabut. Jadi masyarakat kota juga harus bisa memahami bahwa larangan serta ada sanksi mengenai kegiatan prostitusi itu. Dan langkah pemkot menjadikan kawasan Kampung Melayu jadi kampung religius itu merupakan langkah positif. Dan akan kita dukung penuh,” jelas Mardiyanti.

Ditambahkan Mardiyanti, apapun usulan berkaitan dengan program positif seperti program religius wajib didukung penuh DPRD kota. Bahkan pihaknya akan siap memperjuangkan usulan program religius tersebut. “Karena seperti program wajib mengaji ataupum kegiatan keagamaan bagi anak-anak perlu dikembangkan lagi. Agar tujuannya menjadikan akhlak dan moral anak menjadi baik,” tutupnya.(new)

Berita Lainnya

130.857 BNPT Disalurkan April

BENGKULU –  Sebanyak 130.587 warga se Provinsi Bengkulu tahun ini akan kembali mendapat jatah program ...