Senin , 25 Maret 2019
Home / Daerah / Bengkulu Utara / 35 Desa Rawan Gelombang Tinggi dan Tsunami

35 Desa Rawan Gelombang Tinggi dan Tsunami

ARGA MAKMUR – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerbitkan desa-desa yang rawan terjadi bencana sedang dan tinggi tsunami. Masuk di dalamnya sebanyak 35 desa di Bengkulu Utara (BU) yang berada di sepanjang pantai barat Sumatera, mulai dari Kecamatan Air Napal hingga Putri Hijau.

Selain itu, seluruh desa di Kecamatan Enggano atau Pulau Enggano dinyatakan titik rawan gelombang tinggi dan tsunami. Kecamatan Enggano memang berada di laut lepas Samudera Hindia berbatasan dengan Australia.

Sebanyak 35 desa yang masuk dalam titik rawan tersebut adalah yang persis berada di pinggir pantai, merupakan arus dari Provinsi Bengkulu menuju Sumatera Barat (Sumbar). Rata-rata pemukiman masyarakat juga berbatasan langsung dengan bibir laut atau hanya berjarak kurang dari 1 kilometer dipisahkan oleh Jalan Lintas Barat (Jalinbar).

Sekda BU, Dr. Haryadi, MM, M.Si mengimbau, agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di laut. Apalagi masyarakat daerah pesisir tersebut mayoritas bekerja sebagai nelayan sehingga sangat berbahaya jika memaksakan melaut.

“Kondisi cuaca ekstrem saat ini sangat berbahaya jika nelayan tetap melaut. Makanya lebih baik menunda dulu aktivitas di laut,” kata Sekda, kemarin (30/12).

Selain itu, ia juga meminta BPBD untuk terus mengawasi kondisi ombak laut terutama di daerah-daerah yang berbatasan dengan pemukiman masyarakat. Termasuk memberikan pemahaman pada masyarakat yang tinggal di bibir laut.

“Camat juga bekerja memberikan pemahaman pada masyarakat. Sehingga masyarakat mengetahui ciri bencana tersebut dan bisa mengamankan diri. Harapan kita tentunya tidak terjadi apa-apa, namun kewaspadaan tetap harus ada,” pungkas Sekda. (qia)

Berita Lainnya

Avia Star Terbangi Enggano

ARGA MAKMUR – Setelah proses administrasi selesai, Senin besok pesawat Avia Star berkapasitas 18 tempat ...