Jumat , 19 Juli 2019
Home / Daerah / Lebong / Diduga, PGE Rugikan Lebong

Diduga, PGE Rugikan Lebong

ARIS/RB
RAKSASA : Truk pengangkut material PGE Hulu Lais ini kerap dikeluhkan pengguna jalan karena ukurannya yang super bongsor.

RIMBO PENGADANG – Keberadaan PT. Pertamina Geothermal Energy (PGE) Proyek Hulu Lais, Lebong Selatan, diduga belum sama sekali memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Kabupaten Lebong. Bahkan sebagian warga mengklaim keberadaan PGE justru berdampak negatif terhadap kelangsungan lingkungan.
Selain pernah menjadi terduga pemicu bencana longsor, PGE juga diklaim sebagai menyumbang terbesar atas kerusakan jalan utama Lebong-Rejang Lebong. Itu semua tidak lepas akibat jalan yang dilintasi truk-truk raksasa milik PGE. Konstruksi jalan di lintas Tes-Curup yang lebarnya hanya 5 meter belum layak dilewati truk bermuatan di atas 20 ton yang umumnya digunakan PGE Hulu Lais mengangkut peralatannya.
‘’Memang benar, agar bisa dilintasi truk besar sekelas kontainer, lebar jalan lintas Lebong-Rejang Lebong harus dilebarkan lagi,’’ kata Pelaksana Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPRHub) Kabupaten Lebong, Agus Ferdinand, ST.
Keberadaan truk-truk besar, khususnya milik PGE juga diketahui tidak memberikan kontribusi bagi Kabupaten Lebong. Contohnya di sepanjang lintas lintas Curup-Muara Aman, hanya ada 1 pos retibusi terminal milik Kabupaten Lebong yang posisinya berada di Dusun Kampung Muara Aman, Kecamatan Amen. Otomatis truk barang milik PGE yang datang dari arah Rejang Lebong yang tidak sampai ke Kecamatan Amen, bebas dari pungutan retribusi.
‘’Setahu saya belum ada kontribusi truk-truk perusahaan yang menggunakan jalur Tes-Curup terhadap PAD (pendapatan asli daerah, red) Lebong. Soalnya tidak ada pos retribusi di sana (pelintasan Tes-Curup, red),’’ tegas Kabid Pendapatan, Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Lebong, Rudi Hartono, SE.
Sementara Pimpinan Proyek PGE Hulu Lais, H. Hasan Basri belum berhasil dikonfirmasi. Pantauan RB, keberadaan truk PGE yang mondar-mandir di jalan lintas Lebong-Rejang Lebong kerap menuai protes masyarakat dan pengguna jalan. Pengendara mobil harus ekstra sabar mengiring laju truk dari belakang lantaran kondisi jalan yang sempit tidak memungkinkan menyalip. (sca)

Berita Lainnya

Listrik Gratis Untuk Warga Miskin

PELABAI – Tahun ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong akan memberikan bantuan berupa pemasangan jaringan listrik ...

error: Content is protected !!